Mahasiswa Yogyakarta Gelar Mosi Tak Percaya DPR dan Elit Politik

publicanews - berita politik & hukumAksi mahasiswa menolak revisi UU KPK di Yogyakarta. (Foto: YouTube)
PUBLICANEWS, Yogyakarta - Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta berkumpul di Gejayan melakukan aksi menyikapi pengesahaan Undang-undang KPK dan Revisi KUHP. Ada lima poin lainnya yang juga disoroti para mahasiswa yang menamakan diri Aliansi Rakyat Bergerak.

Humas Aliansi Rakyat Bergerak Syahdan mengatakan, massa selain mahasiswa juga pelajar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dalam aksi ini mereka menyampaikan mosi tidak percaya kepada DPR.

Syahdan menjelaskan, aksi mahasiswa Yogyakarta ini merupakan peringatan kepada pemerintah dan elite politik. “Kami menyatakan mosi tidak percaya kepada DPR dan elite politik karena merekalah yang bertanggung jawab atas segala permasalahan yang ada di negara ini," ujar Syahdan di Yogyakarta, Senin (23/9).

Massa mahasiswa berkumpul di gerbang utama Kampus Sanata Dharma dan 'pertigaan revolusi' Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga serta Bundaran Universitas Gadjah Mada. Mereka bersama bergerak ke Gejayan, kota Yogyakarta.

Berdasarkan keterangan tertulis dari Aliansi Rakyat Bergerak, setidaknya ada 7 hal yang akan disampaikan dalam aksi damai tersebut:

1. Mendesak adanya penundaan untuk melakukan pembahasan ulang terhadap pasal-pasal yang bermasalah dalam RKUHP.

2. Mendesak Pemerintah dan DPR untuk merevisi UU KPK yang baru saja disahkan dan menolak segala bentuk pelemahan terhadap upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

3. Menuntut Negara untuk mengusut dan mengadili elit-elit yang bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan di beberapa wilayah di Indonesia.

4. Menolak pasal-pasal bermasalah dalam RUU Ketenagakerjaan yang tidak berpihak pada pekerja.

5. Menolak pasal-pasal problematis dalam RUU Pertanahan yang merupakan bentuk penghianatan terhadap semangat reforma agraria.

6.Mendesak pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.

7. Mendorong proses demokratisasi di Indonesia dan menghentikan penangkapan aktivis di berbagai sektor.

Sebelumnya, beredar ajakan untuk melakukan aksi damai dengan tajuk #GejayanMemanggil. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top