Polisi Belum Pastikan Pengunggah Video Aceh Merdeka Serahkan Diri

publicanews - berita politik & hukumVideo sekelompok pria menyerukan Pembebasan Kemerdekaan Aceh Darussalam/Aceh Merdeka (PKAD/AM). (Foto: tangkapan layar media sosial)
PUBLICANEWS, Aceh - Polisi masih kesulitan mencari pengunggah sekaligus penyebar video sekelompok pria menyerukan Pembebasan Kemerdekaan Aceh Darussalam/Aceh Merdeka (PKAD/AM).

Tersiar kabar, Kamis (19/9), dua orang telah menyerahkan diri ke Mapolsek Samalanga. Keduanya adalah Saifannur (31) dan Husaini alias Apek, mereka diduga orang yang berada di dalam video.

"Belum kami cek. Segera kita akan konpres terkait penindakan KKB di wilayah Bireuen," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Ery Apriono kepada wartawan, Minggu (22/9).

Saat ini polisi masih menyelidiki identitas dan keberadaan para pelaku. Ery menegaskan, Polri tidak segan menindak tegas kelompok yang mengganggu stabilitas NKRI.

Ery meminta masyarakat di Aceh maupun pendatang tidak perlu takut dengan maklumat yang dikeluarkan kelompok tersebut.

"Ini sudah mengarah ke separatisme. Polri tidak tinggal diam. Terpaksa kita ambil tindak tegas dan terukur kepada para pelaku," ujarnya.

Diketahui, video berdurasi 5 menit berisi maklumat Aceh Merdeka itu beredar melalui aplikasi grup WhatsApp dan media sosial lainnya. Ada 6 orang berada di dalam video, lima di antaranya menggunakan penutup wajah. Mereka mengaku kelompok 'Pembebasan Kemerdekaan Aceh Darussalam/Aceh Merdeka (PKAD/AM)'.

Belum diketahui ada tidaknya hubungan kelompok ini dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Tun Sri Muhammad Azrul Mukminin Al-kahar alias Abu Razak yang bertekad mendirikan Kerajaan Islam Aceh Darussalam (KIAD).

Pesan itu berbunyi, "Yang merasa diri bukan bangsa Aceh Darussalam, kami persilakan untuk sementara waktu keluar dari negeri kami, negeri Aceh Darussalam, karena kami ingin menyelesaikan persoalan bangsa kami untuk mendirikan hukum Allah di Bumi Aceh Serambi Mekkah, Bumi Aceh Darussalam."

Mereka mengultimatum warga nonpribumi Aceh agar meninggalkan Aceh Darussalam paling lambat 4 Desember 2019.

Polisi menyita bendera Kerajaan Islam Aceh Darussalam, jubah, dua tongkat rotan, stempel terbuat kuningan menyerupai cap sikureng, dan sejumlah benda yang diindikasikan seperti jimat. (imo).

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top