Pelecehan

Desainer Ni Luh Djelantik Akan Resmi Laporkan Lisa Marlina

publicanews - berita politik & hukumCuitan Lisa Marlina yang dipermasalahkan. (Foto: Twitter/@lisaboedi)
PUBLICANEWS, Denpasar - Desainer ternama asal Bali Niluh Djelantik akan memenuhi panggilan polisi sebagai pelapor dugaan pelecehan terhadap perempuan di Bali yang disampaikan Lisa Marlina (46).

Ni Luh menjelaskan, ia tidak berhenti membawa kasus tersebut ke ranah hukum. Dalam waktu dekat ia akan mendatangi Mapolda Bali.

"Karena dia (Lisa) statusnya masih Dumas (Aduan Masyarakat) dan statusnya belum menjadi laporan (LP)," ujar Ni Luh Djelantik kepada wartawan di Denpasar, Bali, Sabtu (21/9).

Ia berpendapat cuitan Lisa melalui akuntansi @Lisaboedi bukanlah bentuk humor melainkan keseriusan memberi komentar tentang Pulau Dewata. Oleh karena Ni Luh akan membuat laporan untuk memberi pelajaran dalam bemedia sosial.

Menurutnya, jika hal tersebut dibiarkan, maka penghinaan maupun pelecehan menjadi suatu kewajaran di Indonesia yang notabebe negara hukum.

"Ada hukum yang mengatur itu. Kalau diakhiri dengan damai, besok-besok anak kita bebas mencaci maki temannya, mengatai-ngatai temannya," ujar Ni Luh

Beberapa waktu lalu, ia belum bisa dimintai keterangan karena masih berada di Solo, Jawa Tengah. Ia berharap polisi menetapkan Lisa sebagai tersangka atas dugaan pelecehan.

"Jadi minggu depan kita akan mampir ke sana antara Rabu (atau) Jumat. Jadi kita tidak bisa di tengah jalan berakhir (damai)," katanya.

Awal September, polisi telah meminta keterangan Lisa. Dalam pemeriksaan tersebut, Lisa mengaku tak bermaksud melecehkan masyarakat Bali, khususnya kaum perempuan. Ia hanya emosi ketika membalas komentar di Twitter. 

Kala itu, polisi masih menunggu kehadiran Ni Luh yang tidak bisa hadir karena masih mencari pengacara. Guna melanjutkan proses penyelidikan, polisi juga akan mendatangkan ahli informasi teknologi (IT), ahli pidana, dan ahli bahasa untuk menilai isi Twitter Lisa Marlina. 

Diketahui cuitan yang ditulis Lisa berbunyi: 'Di Bali itu enggak ada pelecehan seksual karena kalau dilecehkan ya senang-senang saja, mau menyalurkan hasrat pun gampang karena pekerja seks komersial dan lokalisasinya available setiap jengkal, modal sedikit dapat. Jadi enggak akan ada yang laporinlah.'

Tulisan tersebut diunggah pada 20 Juli 2019 pukul 08.49 WIB. Ni Luh Djelantik melaporkan Lisa ke Polda Bali pada 23 Juli 2019. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top