Kriminalitas Purwakarta

Dua Guru dalam Video Syur ASN Dipecat

publicanews - berita politik & hukumBarang bukti seragam dinas kedua pelaku video mesum ASN disita Polda Jabar. (Foto: istimewa)
PUBLICANEWS, Purwakarta - Oknum guru RIA (31) dan RJ (30) yang terlibat video syur berseragam ASN resmi dipecat dari sekolah masing-masing. Mereka dinyatakan telah melanggar kode etik.

Masing-masing kepala SMK swasta di Purwakarta, Jawa Barat, mengeluarkan notulen hasil rapat dengan unsur Dinas Pendidikan. Baik RIA maupun RJ diberhentikan setelah polisi menetapkan RIA sebagai tersangka.

"Kami sudah melakukan pemberhentian kepada pelaku, alasannya karena melanggar kode etik guru," kata Kepala SMK di tempat RIA bekerja, Pepi Ismanto, kepada wartawan, Jumat (20/9).

RIA yang merupakan pemeran utama sekaligus penyebar video, ia menambahkan, merupakan asisten guru. "Dia adalah guru pengganti dan belum mendapatkan SK dari kami. Statusnya masih guru percobaan," ujarnya.

Surat pemecatan telah ditandatangani kedua kepala SMK dengan saksi Kepala TU Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Nanang Wardana, Ketua MKKS SMK Kabupaten Purwakarta Darta, dan Ketua FKKSS Kabupaten Purwakarta Uyat Sudaryat.

Sementara wanita pelakon RJ adalah guru honorer bahasa Inggris sejak Agustus 2019. Ia pernah mengajar di sejumlah SMK di Purwakarta.

Sama halnya dengan RIA, RJ yang masih berstatus istri orang itu juga diberi sanksi sekaligus pemecatan. Meski polisi masih menetapkan RJ sebagai saksi, tindakan tegas tetap diberlakukan.

"Langkah selanjutnya, dengan tegas memberhentikan guru bersangkutan pada hari ini," tulis salah satu isi penegasan surat pemecatan.

RIA telah memiliki anak, sedangkan RJ belum. Polisi memastikan keduanya melakukan perselingkuhan. Keduanya dipastikan bukan PNS. Sekolah menyerahkan kasus ini kepada polisi.

Di tempat terpisah, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyayangkan tindakan asusila dua guru di wilayahnya itu. Ia menegaskan keduanya bukan PNS. Ia segera membuat aturan baru tentang pembenahan di lingkungan ASN.

"Pokoknya yang terlihat itu sudah ditindak oleh polisi. Jadi kita tunggu aturan hukumnya," katanya seusai menghadiri pembukaan rapat pleno PBNU di Purwakarta. (imo)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Cewek Kepo @ceweKepo21 September 2019 | 08:55:51

    pake direkam segala sih...

Back to Top