Viral Video Mesum ASN, Pemprov Jabar Minta Guru Swasta Tak Berseragam

publicanews - berita politik & hukumIlustrasi
PUBLICANEWS, Purwakarta - Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Barat Yerry Januar meminta guru sekolah swasta, termasuk guru honorer, tidak mengenakan seragam aparatur sipil negara (ASN) atau PNS.

Larangan tersebut sebagai tindakan tegas pasca terungkapnya video syur melibatkan perempuan ASN Pemprov Jawa Barat berinisial RJ. Ia diketahui sebagai guru honorer Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) swasta di Kabupaten Purwakarta.

"Sudah dipastikan yang kemarin itu bukan PNS, tetapi guru honorer sekolah swasta di SMK Purwakarta," kata Yerry di kantornya, Jumat (20/9).

Yerry menjelaskan, larangan sesuai aturan penggunaan seragam ASN di lingkungan kepagawaian Jawa Barat. Ia mengkhawatirkan pakaian dinas disalahgunakan seperti yang terjadi saat ini.

Jauh hari sebelum kasus tersebut viral, BKD sudah mengimbau para pegawai di lingkungan Pemprov. Seragam dinas bukan untuk gagah-gagahan.

"Artinya, kita akan buat aturan kalau swasta tidak boleh pakai baju seragam ASN," ia menegaskan.

BKD masih menunggu laporan polisi atas pelanggaran penggunaan seragam ASN yang dilakukan oleh pemeran pria RIA dan RJ. "Kalau swasta ranah polisi. Mungkin nanti ada perkembangannya, kenapa mereka pakai seragam PNS," ujar Yerry.

Dalam waktu dekat, ia akan membuat surat edaran pada ASN soal disiplin dan integritas. Ia juga berkoodinasi dengan Disdik Provinsi Jawa Barat untuk bertemu dengan perwakilan SMK tempat keduanya bekerja.

Pertemuan itu merupakan sikap pemerintah untuk menindaklanjuti kasus tersebut. "Agar kami tahu seperti apa status kepegawaiannya," ujarnya.

Kasus video ASN Jabar mesum di mobil saat ini ditangani polisi. Diketahui, baik RIA maupun RJ sudah berkeluarga.

"Keduanya sudah menikah, bahkan RIA sudah memiliki anak. RJ belum (memiliki anak). Jadi ini hubungan perselingkuhan," kata Wadir Reskrimsus Polda Jabar AKBP Hari Brata di kantornya. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top