Meski Berdamai dengan Korban, Polisi Tetap Kirim Kris Hatta ke Kejari

publicanews - berita politik & hukumArtis Kris Hatta saat hendak diserahkan ke Kejaksaan oleh Resmob Polda Metro Jaya ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (19/9). (Foto: FWP)
PUBLICANEWS, Jakarta - Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan menyatakan kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan artis Kris Hatta terhadap Antony Hillenaar lengkap alias P21. Subdit Resmob Polda Metro Jaya hari ini menyerahkan Kris beserta berkas perkaranya ke Kejaksaan.

"Maka tugas dan tanggung jawab penyidik Polda Metro Jaya akan dialihkan kepada Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan," kata Kabid Penmas Polda Metro Jaya AKBP I Gede Nyeneng di kantornya, Kamis (19/9).

Di dalam berkas perkara terdapat barang bukti dari dugaan tindak penganiayaan yang terjadi pada April 2019 itu. Barang bukti berupa visum dan rekaman CCTV di tempat hiburan malam Dragonfly, Jakarta Selatan, Sabtu (6/4).

"Sehingga hari ini tahap dua adalah penyerahan tersangka dan barang bukti," ujar I Gede Nyeneng.

Mantan kekasih Hilda Vitria ini tak mengenakan seragam tahanan saat dibawa petugas. Ia hanya memakai kaus abu-abu dan celana hitam. Ia juga melempar senyum kepada awak media.

Kuasa hukumnya Deny akan mengajukan perlindungan hukum atau penangguhan penahanan kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Ia menilai kliennya telah berdamai dengan korban Antony Hillenaar.

"Kris telah melakukan upaya terbaik untuk penyelesaian perkara ini, namun pihak kepolisian masih tetap melakukan upaya tahap kedua atau melengkapi berkas (P21) ke kejaksaan," kata Deny.

Deny tampak serius, bahkan surat permohonan tersebut akan dilayangkan kepada presiden kemudian ditembuskan ke banyak pihak, seperti Ombudsma dan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Menteri Hukum dan HAM, Ketua Komisi III DPR, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri, serta apolda Metro Jaya. 

Antony Hillenaar telah mencabut laporannya terhadap Kris. Korban dan pelaku yang sama-sama berprofesi sebagai artis FTV itu setuju berdamai. Meski sepakat berdamai, polisi tetap melanjutkan kasus tersebut dengan alasan tak bisa menghentikan kasus. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top