Kriminalitas Depok

Tipu Calon Jemaah, Polisi Geledah Kantor DAM Tour

publicanews - berita politik & hukumPolisi geledah kantor travel umrah PT DAMTour di Jalan Tole Iskandar, Sukmajaya Depok, Selasa (17/9). (Foto: wartadepok.com)
PUBLICANEWS, Depok - Polisi menggeledah kantor Doa Arafah Madinah (DAM) Tour di Jalan Tole Iskandar, Sukmajaya, Depok, Selasa (17/9). Petugas mencari barang bukti atas dugaan penipuan yang dilakukan Direktur Hambali Abbas (39).

Petugas Polresta Depok memperoleh dua koper berisi berkas formulir dan kuitansi serta spanduk dan banner perusahaan.

"Hari ini kami menggeledah kantor PT. Damtour untuk mengumpulkan bukti tambahan milih tersangka Hambali," kata Kapolresta Depok AKBP Azis Adriansyah kepada wartawan di kantornya, kemarin.

Penyidik juga telah memeriksa enam saksi, di antaranya perwakilan dari 200 korban. Azis mengatakan, tidak semua korban penipuan melapor.

"Laporan polisi yang lalu mewakili 33 korban dan barusan ada laporan polisi mewakili 47 korban. Artinya jumlah total pelapor 96, hari ini. Bisalah kita cukupi saksi," ujarnya.

Penyidik baru menetapkan satu tersangka, pemeriksaan terhadap Hambali masih berlangsung. Tak menutup kemungkinan, DAM Tour melibatkan beberapa orang di antaranya Agustin selaku marketing perusahaan.

"Kita dalami, mungkin saja ada orang lain yang patut mempertanggungjawabkan perbuatannya," Azis menambahkan.

Modus penipuan, DAM Tour menawarkan paket perjalanan umroh dengan harga bervariatif. Ada sistem cicil dan promo dari Rp 11 juta sampai dengan Rp 25 juta.

Ratusan korbannya dari Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, Padang, Palembang, Indramayu, Kuningan, Kebumen, Ciamis, Brebes, Surabaya, Lampung hingga Madura. Total kerugian mencapai Rp 4 miliar.

Setelah uang korban terkumpul, biro perjalanan umrah sejak 2011 itu tidak memberangkatkan calon jemaah hingga tahun 2018. Pada Februari 2018, Hambali dikabarkan kabur dan menutup kantornya.

"Pelaku (Hambali) sebagai Direktur PT Damtour sudah kita amankan di daerah Jalan Proklamasi Nomor 1 Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok II Tegah. Masih kita periksa," Azis menjelaskan.

Hambali dijerat Pasal 378 dan 372 KUHP tentang penipuan dan atau penggelapan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top