Berharta Rp 414 Miliar, Terpidana Bupati Bangkalan Fuad Amin Meninggal

publicanews - berita politik & hukumFuad Amin Imron. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Surabaya - Bupati Bangkalan 2003-2013 Fuad Amin Imron meninggal saat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soetomo, Surabaya, Senin (16/9) sore.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jatim, Pargiyono membenarkan kematian terpidana 13 tahun penjara kasus korupsi itu.

"Ya, benar saat menjalani perawatan di RS dr. Soetomo, Surabaya," kata Pargiyono. Namun, ia tidak bersedia merinci penyakit yang diderita Ketua DPRD Bangkalan periode 2004-2019 itu.

Kisah tragis menjerat Fuad Amin setelah tidak menjadi pejabat. Ia menjadi tersangka kejahatan korupsi dan pencucian uang dalam kurun 2003-2014.

Berdasar putusan Mahkamah Agung (MA) pada 25 September 2017, selama menjabat Fuad seharusnya memiliki penghasilan Rp 4,8 miliar. Namun, kekayaannya tembus hingga Rp 414 miliar.

Fuad semula berdalih harta itu berasal dari berbagai bisnis seperti besi bekas, bisnis kayu sengon, bisnis umroh, dan bisnis besi bekas.

KPK yang melakukan pembuktian terbalik menemukan fakta Fuad gagal membuktikan secara sah seluruh asal-usul hartanya sehingga Mahkamah Agung (MA) merampas seluruh aset Fuad Amin.

Fuad terbukti terlibat suap jual-beli gas alam untuk pembangkit listrik di Gresik dan Gilir Timur juga tiga kasus suap lainnya. Ia melanggar pasal 12 huruf a, pasal 12 huruf b, pasal 5 ayat 2 atau pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 KUHP.

Fuad pernah ditahan di Lapas Sukamiskin, Jawa Barat sebelum akhirnya dipindahkan ke Lapas Kelas 1 Surabaya di Porong, Sidoarjo. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top