Polda Jateng: Ledakan Berasal dari Bom Sisa Perang

publicanews - berita politik & hukumLedakan gudang bahan peledak Brimob Polda Jateng dekat dengan pemukiman warga Srondol, Semarang, Sabtu (14/9). (Foto: tangkapan layar video)
PUBLICANEWS, Jakarta - Kabid Humas Polda Jateng Kombes Agus Triadmaja menyatakan ledakan berasal dari gudang penyimpanan bahan peledak dan bom militer temuan masyarakat di Mako Brimob, Srondol, Semarang, Polda Jateng.

"Ledakan terjadi beberapa kali sejak pukul 06.25 dan berhenti sekitar jam 08.00 WIB," kata Agus dalam keterangan pers, Sabtu (14/9).

Agus menegaskan, lokasi ledakan berada terpisah dari gudang senjata api dan amunisi Brimob. Begitu juga jauh dari dari Asrama Brimob seperti yang diberitakan. Saat ini sisa-sisa material bahan peledak yang masih berbahaya telah ditangani petugas.

"Handak dan bom militer jaman perang ini juga secara berkala sedang dilakukan disposal bekerjasama dengan Korbrimob Jakarta," ia menambahkan.

Polda Jateng bersama personel gabungan tengah menetralisir di area ledakan. Sejumlag unit pemadam kebakaran Kota Semarang turut dikerahkan.

"Sedang proses pendinginan, selanjutnya dilakukan olah TKP guna menentukan sebab ledakan," Agus menjelaskan.

Beberapa saat ledakan besar terjadi, petugas piket Brimob Polda Jateng mengevakuasi warga setempat. Pasalnya lokasi kejadian sangat dekat dengan pemukiman warga. Masyarakat pun berhamburan keluar dari rumah mereka setelah mendengar ledakan sangat besar.

Polda Jateng memastikan ledakan gudang bahan peledak itu tidak menimbulkan korban jiwa melainkan kerusakan parah di beberapa rumah warga yang sangat berdekatan.

"Satu anggota Brimob luka ringan di tangan dan kepala dan sudah diobati di RS Banyumanik. Sekarang sudah kembali.

Diketahui, Sabtu (14/9) sekitar pukul 06.25 WIB, terjadi ledakan di Asrama Brimob Polda Jateng, Jalan Jenderal Pol Anton Soedjarwo No.218, Banyumanik, Semarang.

Ledakan diduga berasal dari gudang senjata yang terbakar. Akibatnya beberapa rumah dan kendaraan di sekitar gudang denjata rusak berat. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top