Sri Bintang Pilih Demo Tolak Pelantikan Jokowi Ketimbang Diperiksa Polda

publicanews - berita politik & hukumSri Bintang Pamungkas menyerukan menggagalkan penatikan Presiden terpilih Joko Widodo. (Foto: YouTube)
PUBLICANEWS, Jakarta - Aktivis Sri Bintang Pamungkas tidak memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya hari ini. Ia mengatakan tidak menerima surat panggilan dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

"Artinya sudah tentu (surat panggilan) tidak pernah sampai ke tangan saya ataupun keluarga saya dan ditandatangani oleh orang rumah," kata pendiri Partai Pudi itu saat dikonfirmasi, Rabu (11/9).

Bintang menambahkan, surat panggilan wajarnya diterima tiga hari sebelum hari pemeriksaan. Namun tidak surat yang dimaksud.

Selain itu, Bintang mengatakan sudah punya agenda kegiatan bersama Front Revolusi Indonesia (FRI). "Saya punya acara di MPR, acara Front Revolusi Indonesia (FRI)," ujarnya.

Aksi di depan MPR itu sudah ia sampaikan sejak pekan lalu. Ia bersama FRI akan menggelar demo menolak pelantikan Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden.

Dosen UI dan aktivis Reformasi 1998 itu dilaporkan oleh Persaudaraan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) dengan tuduhan ujaran kebencian. PITI mendasarkan laporannya setelah video seruannya untuk menggagalkan pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin pada 20 Oktober mendatang beredar di media sosial.

Menurut PITI, Sri Bintang melanggar Pasal 28 ayat 2 junto Pasal 45 ayat (2) UU RI nomor 19/2016 tentang ITE atau Pasal 160 KUHP. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top