Jika Tak Indahkan Panggilan Kedua, Provokator Veronica Koman Dijemput Paksa

publicanews - berita politik & hukumKapolda Jatim Irjen Luki Hermawan. (Foto: tribratanews.polri.co.id)
PUBLICANEWS, Surabaya - Polri bisa menjemput paksa tersangka provokator kerusuhan Papua Veronica Koman apabila ia tidak memenuhi panggilan pemeriksaan kedua. Pada panggilan pertama, Veronica tidak merespon.

Sejauh ini, penyidik Ditreskrimsus Polda Jatim belum menerima konfirmasi kedatangan Veronica.

"Panggilan pertama ditujukan ke kedua alamat rumah di Jakarta Selatan dan Jakarta Barat, tidak direspons oleh keluarga. Kami pun melayangkan panggilan kedua," kata Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan kepada wartawan di kantornya, Selasa (10/9).

Penyidik melayangkan panggilan kedua melalui Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri ke alamat Veronica di luar negeri. "Prosedurnya ke kedutaan negara tempat Veronica tinggal," ujarnya.

Polda Jatim memberi kelonggaran waktu beberapa hari bagi aktivis HAM itu untuk datang mengingat lokasi Veronica tidak di Indonesia. "Harusnya panggilan kedua sampai tanggal 13 September, tapi kami beri kelonggaran sampai pekan depannya lagi," Luki menambahkan.

Jika dua pemanggilan tidak dipenuhi, polisi akan melakukan pemanggilan terakhir alias jemput paksa. "Kita menggandeng interpol mencari keberadaan tersangka," kata Luki.

Berdasarkan informasi, Veronica kini menetap di Australia bersama suami. Luki hanya memastikan tersangka berada di negara tetangga.

Selain mengirim surat pemanggilan, polisi juga melakukan upaya lain agar Veronica memenuhi pemeriksaan. Polda Jatim meminta keluarga tersangka juga membantu mendatangkan Veronica ke Indonesia. "Kami berharap tersangka kooperatif untuk memenuhi panggilan Polda Jatim," Luki menegaskan.

Diketahui polisi menetapkan Veronica sebagai tersangka pada Rabu (4/9) pekan lalu atas tuduhan memicu aksi protes Papua di penjuru Tanah Air. Ia dijerat sejumlah pasal di 4 undang-undang, pertama UU ITE, UU 1 Tahun 46, UU KUHP pasal 160, dan UU 40 Tahun 2008. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top