Aktor Intelektual Kerusuhan Papua Tertangkap Hendak Terbang ke Wamena

publicanews - berita politik & hukumSalah satu daerah di Papua yang terkena imbas kerusuhan. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Polri menangkap satu lagi tersangka provokator kerusuhan Papua, FBK, di Bandara Sentani, Jumat (6/9). Saat itu FNK hendak terbang ke Wamena.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan, FBK adalah aktor intelektual yang mendorong sejumlah tokoh yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP).

"Pak Kadiv juga sudah menyampaikan atas nama FBK sebagai tersangka baru. Dia masuk ke dalam kategori sebagai aktor intelektual di lapangan," kata Dedi kepada wartawan di kantornya, Senin (9/9).

Tersangka memiliki jaringan di beberapa kota di Jawa maupun yang terkoneksi di Papua. FBK, Dedi menambahkan, mampu menggerakkan massa secara langsung.

Oleh sebab itu, polri masih menyelidiki metode provokasi yang dikukan tersangka, baik secara langsung maupun rekam jejak di media sosial.

"Pola pergerakannya dari sisi akar rumput, dia hanya menggerakan massa di Jayapura namun diikuti di daerah-daearah lainnya," ujar Dedi.

Dengan ditangkapnya FBK, Polri total menetapkan 57 tersangka kerusuhan anarkis di beberapa tempat di Papua, dan 21 orang di Papua Barat.

Para tersangka sebagian besar dijerat Pasal 170 ayat 1 KUHP, 385 KUHP, 187 KUHP, 160 KUHP, Pasal 1 UU Darurat Tahun 1951, 212 KUHP dan Pasal 100-110 KUHP.

Sebelumnya, Kapolri Tito Karnavian menyebut ada sejumlah organisasi jadi dalang kerusuhan di Papua dan Papua Barat. Dua di antaranya adalah United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB).

Polri sudah mengidentifikasi individu maupun kelompok yang 'bermain'. Tito menegaskan, AMP ikut digerakkan oleh ULMWP dan KNPB. "ULMWP dan KNPB bertanggung jawab atas kejadian ini. Mereka yang produksi hoaks itu," ujar Tito saat berkunjung ke Jayapura, Kamis (5/9) pekan lalu. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top