Kriminalitas Trenggalek

Tawarkan Masuk PNS, Korban Diminta Rp 120 Juta

publicanews - berita politik & hukumTersangka Tardjono saat dihadirkan dalam gelar kasus di Mapolres Trenggalek, Jawa Timur, Kamis (5/9). (Foto: terasjatim.com)
PUBLICANEWS, Trenggalek - Tardjono Koesumo (58), warga Tulungagung, menawarkan jabatan pegawai negeri sipil (PNS) bagi yang berminat. Syaratnya membayar Rp 120 juta.

Pria paruh bayah itu dilaporkan sejumlah korban karena janjinya tak terwujud. Pelaku pun menghilangkan jejak dengan lari ke Kediri.

"Korbannya ini Suratman warga Pogalan yang tertipu hingga Rp 120 juta. Uang ditransfer dalam lima tahap," kata Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo Saputra kepada wartawan di kantornya, Kamis, (5/9).

Pada 2026, Suratman dikenalkan kepada Hardjono oleh perantara. Ia tertarik dengan tawaran Tardjono bisa memasukkan anaknya menjadi PNS tanpa tes.

Korban pun diminta menyetorkan tahap pertama Rp 50 juta. Selanjutnya lima kali penyetoran hingga total Rp 120 juta. Saat itu Tardjono meyakinkan jika anak korban diterima sebagai staf di Dinas Perhubungan Trenggalek.

"Terakhir itu korban transfer Rp 10 juta dengan alasan untuk pelunasan PIN CPNS dan SKEP," ujarnya.

Tardjono, kata Didit, beralibi bahwa kuota penerimaan pada 2016 telah penuh dan korban kembali dijanjikan pada tahun berikutnya. Ia pun kembali menerima janji-janji palsu pelaku.

"Korban akhirnya melapor. Kami lacak dan menangkap pelaku di Kediri beserta barang bukti," Didit menjelaskan.

Barang bukti yang diamankan yakni sejumlah bukti transfer, SK penerimaan CPNS palsu, surat pemberitahuan penerimaan CPNS, sejumlah kartu identitas berlogo BKN, dan buku tabungan.

Tardjono mengaku sudah lima tahun menjalankan aksi tipu-tipu menawarkan jabatan CPNS. Keuntungannya ia gunakan untuk foya-foya.

Pelaku dijerat Pasal 378/372 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top