Kriminalitas Semarang

Tak Puas Layanan Pemandu Karaoke, Oknum Polisi Ngamuk Saat Lihat Tagihan

publicanews - berita politik & hukumAksi oknum polisi terekam CCTV tempat karaoke di kawasan Bandongan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. (Foto: tangkapan layar CCTV)
PUBLICANEWS, Semarang - Empat oknum anggota Satresnarkoba Polda Jawa Tengah mengamuk di Karaoke Excellent Bandungan, Kabupaten Semarang, Kamis (5/9) pagi. Dua oknum diidentifikasi bernama Bripka Candra dan Aipda Ari.

Kasubbag Humas Polres Semarang Iptu Budi Supraptono membenarkan ada laporan dari Manajer Karaoke Excellent Pristiyono Hartanto.

"Kami telah menerima laporan, melakukan olah TKP, menanyai saksi, dan mengumpulkan barang bukti, dan berkoordinasi dengan Resmob Polres Semarang dan Polda Jateng," kata Budi kepada wartawan di kantornya, siang tadi.

Sekitar pukul 00.15 WIB, empat polisi mengendarai Nissan Grand Livina nopol K 9210 datang ke lokasi. Mereka memesan ruang karaoke di ruang nomor 14 lengkap dengan empat wanita pemandu karaoke (PK).

Sekitar pukul 02.45 WIB, mereka menuju kasir, dan kaget ketiga disodori tagihan ruangan dan minuman keras sejumlah Rp 1.908.525, termasuk PPN 15 persen. Keempatnya tidak terima karena menganggap nilainua terlalu besar.

"Pelaku juga mengeluhkan pelayanan PK yang dinilai tidak memuaskan," ujar Iptu Budi.

Salah satu pelaku emosi dan kemudian menyampaikan bahwa ia anggota Satresnarkoba Polda Jateng. Seorang kasir sempat mereka tarik atas kecurigaan mengonsumsi narkoba.

"Kamu pakai narkoba ya?' Kemudian pelaku memborgol Afif dan menyuruh Afif untuk test urine dan hasilnya negatif," Budi menuturkan.

Manajer karaoke Pristiyono yang mendengar keributan langsung menghampiri empat pelaku dan mencoba mengurai permasalahan soal tagihan. Tiba-tiba, seorang oknum polisi mencabut pistol dari pinggangnya. Untunglah tiga rekannya mencoba menenangkan.

Pelaku diduga juga memukul para PK yang ada di lokasi karena mempersoalkan pelayanan yang tidak sesuai tagihan. Ahirnya para pelaku membayar tagihan Rp 1,9 juta tersebut.

Salah satu pelaku meminta Pristiyono tidak membesarkan masalah tersebut dan memberikan nomor ponselnya. Namun, atas laporan Pristiyono, Bripka Candra dan Aipda Eri diperiksa petugas Propam.

"Untuk pelaku lainnya masih dalam penyelidikan. Barang bukti yang diamankan yakni satu buah tes kit urine, nota tagihan karaoke ruang 14," Budi menjelaskan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top