Sebut 43 Mahasiswa Papua Ditangkap, Polisi Kejar Veronica

publicanews - berita politik & hukumSosok Veronica Koman terduga provokator pengepungan Asrama Mahasiswa Papua (AMP) di Surabaya. (Foto: twitter/@VeronicaKoman)
PUBLICANEWS, Surabaya - Salah satu penyebar berita bohong kerusuhan di asrama Papua Surabaya adalah Veronica Koman. Polisi menilai Veronica sangat aktif menggosok-gosok lewat kabar bohong atau hoaks melalui akun media sosialnya. Pengikutnya mencapai 20.400 orang.

Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur kini mengejar wanita yang mukim di luar negeri tersebut. "Keluarganya ada di luar negeri. Ada tahapan-tahapan, kita akan layangkan tersangka, kalau perlu ada red notice," kata Kapolda Irjen Luki Hermawan kepada wartawan di kantornya, Surabaya, Rabu (4/9).

Penetapan tersangka Veronica berdasarkan pengaduan masyarakat yang menyebut ia gencar menyebarkan pesan-pesan berbau provokasi dan ujaran kebencian. "Yang bersangkutan menyebar hoaks hingga meresahkan masyarakat," Luki menambahkan.

Dalam unggahannya, Veronica sempat menulis bahwa polisi mulai menembaki asrama Papua. Veronica menyebut total ada 23 tembakan, termasuk gas air mata.

"Anak-anak tidak makan selama 24 jam, haus dan terkurung, disuruh keluar ke lautan massa," ujar Luki mengungkap unggahan Veronica.

Dalam sebuah tulisan berbahasa Inggris, Veronica mengatakan ada 43 mahasiswa Papua ditangkap tanpa alasan yang jelas. "5 terluka, 1 kena tembakan gas air mata. Semua kalimat selalu di-ini-kan (terjemahkan) dengan bahasa Inggris," kata Luki.

Veronica sendiri pernah dipanggil penyidik dua kali sebagai saksi dalam kasus yang menjerat tersangka Tri Susanti alias Mak Susi, namun yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan. Polisi tidak menyebut di negara mana Veronica tinggal. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top