Pembunuhan Lebakbulus

Dijanjikan Rp 400 Juta, Pembunuh Hanya Terima Rp 10 Juta dari Aulia

publicanews - berita politik & hukumSejumlah barang bukti yang digunakan tersangka Aulia Kesuma cs membunuh suami dan anak tiri. (Foto: Publicanews/bimo)
PUBLICANEWS, Jakarta - AG dan SG, pembunuh bayaran yang disewa tersangka Aulia Kesuma untuk menghabisi nyawa suaminya dijanjikan upah Rp 400 juta. Keduanya kemudian membunuh Pupung Sadili (54) dan Dana (23) di rumahnya, di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (24/8).

"Masing-masing Rp 200 juta, tapi baru dibayar Rp 10 juta," ujar Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto dalam gelar kasus di Polda Metro Jaya, Senin (2/9).

Suyudi menjelaskan, AG dan SG dikenalkan oleh mantan pembantu Aulia, TN. Sang eksekutor merupakan tukang kebun asal Lampung yang tertarik dengan tawaran uang. "Awalnya AG dan SG ini diminta hanya bersih-bersih gudang. Tanpa pikir panjang keduanya tertarik dan berangkat ke Jakarta," katanya.

Setiba di Jakarta, Jumat (23/8), AG dan SG ternyata diminta Aulia menyusun pembunuhan untuk keluarganya. Mereka diiming-imingi Rp 200 juta per orang, namun janji tinggal janji. Alih-alih mendeapat upah seperti yang dijanjikan, keduanya malah tertangkap.

Suyudi menjelaskan, AG bertugas membantu membekap korban Pupung dan Dana. "Kedua korban disatukan di kamar di lantai satu. SG menyusun komponen untuk membakar kedua jasad," ia menambahkan.

SG telah menyiapkan komponen pembakaran berupa obat nyamuk spiral, korek, dan bensin untuk diposisikan di tiga lokasi, yakni kamar atas, kamar bawah, dan garasi dekat mobil.

Setelah semua komponen tersusun, tiba-tiba SG merasa iba. Ia membatalkan rencana membakar ruang bawah dan garasi. Sementara kamar di lantai 2 masih dibiarkan tersusun sehingga terjadi kebakaran pada Sabtu (24/8).

Kedua jenazah kemudian dibakar di dalam mobil di Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (25/8). Kedua jasad diantar langsung Aulia dan keponakannya, Geovanni Kelvin dengan konvoi mobil.

Sampai kasus ini terungkap, polisi masih mendalami adanya dugaan tersangka lain. "Sementara motifnya masih karena hutang. Siapa yang terlibat kita periksa semua," Suyudi menjelaskan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top