Kriminalitas Jakarta

Polda Metro Ungkap Ribuan Ponsel BM yang Rugikan Negara Rp 4,5 Triliun

publicanews - berita politik & hukumKapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy menggelar kasus penyitaan ribuan ponsel black market di kantornya, Kamis (29/8). (Foto: FWP)
PUBLICANEWS, Jakarta - Sebanyak 5.572 unit ponsel selundupan Tiongkok dan Hongkok dari berbagai merek disita Polda Metro Jaya. Ponsel-ponsel tersebut diamankan sepanjang Juli-Agustus 2019. Negara dirugikan Rp 4,5 triliun karena tidak membayar pajak, jika dihitung setahun.

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengatakan, polisi melakukan tiga kali penangkapan di tempat berbeda, yakni 23 Juli, 24 Juli, dan 22 Agustus.

"Sindikat memasukkan melalui jalur Batam, lalu ke pelabuhan di Jakarta. Hape-hape ini diditribusikan ke Ruko ITC Roxy Mas, Cempaka Mas, dan daerah lain," ujar Gatot Eddy dalam gelar kasus di Mapolda, Jakarta Selatan, Kamis (29/8).

Anggota sindikat penyelundup ada empat orang, yakni FT alias AMG (40), AD (59), YC (36), dan JK alias TCK (29). Dalam sebulan mereka memasukkan secara ilegal sebanyak 8 hingga 10 kali.

Polisi menyita barang bukti dari Ruko ITC Roxy Mas, Jakarta Pusat dan perusahaan retail ponsel di Jalan Terusan Bandengan Utara, Penjaringan, Jakarta Utara. Selain itu dari Perumahan Casa Jardin Residence, Cengkareng, dan rumah di Kota Baru, Gambir, Jakarta Pusat. Kedua lokasi itu dijadikan tempat usaha sekaligus gudang.

"Tim melakukan mapping sejak bulan Juli 2019. Ini yang kita sikat hulunya, jadi mereka tidak akan bisa beroperasi lagi," Gatot menegaskan.

Penyelundup memasukkan ponsel tanpa membayar pajak dan biaya kepabeanan. Barang yang biasa disebut black market atau BM ini diperdagangkan tanpa memenuhi peryaratan teknis dan tidak sesuai dengan standarnya.

"Pelaku tidak melabeli dengan bahasa Indonesia, tidak ada garansi berbahasa Indonesia, dan tidak disertai petunjuk penggunaan," Gatot menjelaskan.

Selain status barang asli tak berizin, mereka juga menjual barang rekondisi yang seolah seperti barang baru melalui situs jual beli daring. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top