Bocah SD Karang Cerita Diculik yang Bikin Heboh Warga Lumajang

publicanews - berita politik & hukumIlustrasi
PUBLICANEWS, Lumajang - RAF, murid SD di Lumajang, Jawa Timur, mengarang kisah heroik bahwa ia lolos dari penculikan. Kasus tersebut sempat membuat heboh warga se-kabupaten lantaran viral di media sosial.

Pagi itu, begitu versi cerita, saat RAF berjalan kaki ke sekolah mendadak diadang tiga lelaki dewasa. RAF yang duduk di bangku kelas IV itu mengaku diseret ke mobil di dekat kawasan Batalyon Infantri 527 BY. Dalam kisahnya, ia mengaku dipukul. Namun, ia berhasil lolos dan bersembunyi di semak-semak hingga bisa pulang.

Sang orangtua kemudian menyalin cerita anaknya tersebut dan ditujukan kepada sekolah. Berikut isi suratnya:

Assalmmualaikum pak misman...saya wali murid dri ank Rega adzani fajar syaifudin ingin mmberitahukan....bru saja sewaktu brngkat sekolah ank saya brngkat jln kaki dri rumah k sekolah...tiba2 dihadang 3org laki2 dewasa didekat sawah batalion situ...

ank saya lngsung di blekap mulutnya dan diseret mnyeberang jlan mnuju kemobil si pelaku...ank saya brusah ngbrontak dan brteriak tp mlah dipkul dan ditampar oleh pelaku...hampir sja ank sya dimasukkan ke mobil dan akn diculik tp ank sya brhasil lari.kabur dan sembunyi dari pelaku2 trsebut....

ank saya hampir mnjadi korban pnculikan....ank saya pun pulang dgn rasa syock dan mnangis smbil mncritakan hal yg tlah dialami baru saja kpada saya.dan saya pun sempat mndatangi tmpat dmna ank saya mau di culik ...tp pelaku sudah tdak ad...

demikian saya melaporkan kpda pak misman untuk mmberi waktu ank saya unt mnenangkan dri drmah krna syock yg ank saya alami....mohon pngertiannya pak...dan trima kasih. Wassalmmualaikum wr wb.Hanya sekedar informasi nggeh ibu2,kejadian didepan asrama ,murid SD kepuharjo 2 kelas 4.


Surat yang diunggah di grup WhatsApp itu kemudian viral dan menjadi perbincangan warga. Petugas kepolisian pun turun tangan. Mereka menelusuri tempat kejadian yang dikisahkan RAF, namun tidak menemukan adanya jejak penculikan.

"Akhirnya dia mengakui telah berbohong," kata Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran Cobra, Rabu (27/8). Namun, kasus ini tidak diteruskan karena tidak ada yang merasa dirugikan.

RAF berjanji tidak akan mengulang cerita bohong yang yang menghebohkan itu. Ia mengatakan sengaja membuat kisah imajinatif itu karena tidak mengerjakan PR matematika. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top