Polisi Bongkar Modus Jaringan Plat 'RFP' Palsu

publicanews - berita politik & hukumBarang bukti plat nomor kendaraan khusus polisi pejabat bersandi 'RFP' yang diperjualbelikan dan diamankan Polres Metro Jakarta Utara. (Foto: FWP)
PUBLICANEWS, Jakarta - Plat nomor kendaraan khusus polisi pejabat bersandi 'RFP' tidak seluruhnya asli. Baru-baru ini polisi membongkar sindikat plat RFP palsu. Huruf 'P' di belakang plat nomor RFP berarti polisi.

Polisi menyebut plat rahasia tersebut dijual via daring di internet maupun media sosial. Tujuan oknum pemesan biasanya untuk mendapat perlakuan istimewa di jalan atau terhindar dari tilang.

"Ini tujuannya untuk menghindari ganjil dan genap yang sudah diberlakukan oleh peraturan gubernur," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolres Jakarta Utara, Selasa (27/8).

Dalam kasus ini polisi meringkus 6 tersangka dan mengamankan barang bukti sejumlah TNKB palsu, STNK palsu, uang tunai Rp 10 juta, 2 unit mesin cetak, dan alat-alat untuk mencetak.

Argo menyebut dua pelaku yakni CL dan TSW. CL sebagai penerima dari pembeli, ia memesan plat nomor kepada TSW. "TSW itu juga didapat oleh orang lain juga. Kita menangkap CL di rumahnya, kemudian dia mengakui memesan STNK," kata Argo.

Selain RFP, terdapat plat nomor pejabat RFD yang dijual di toko daring mulai Rp 2,5 juta hingga Rp 8 juta. "Selain dapat sandi pejabat, pembeli bisa memesan nomor polisi (nopol) cantik," Argo menuturkan.

Sindikat ini beroperasi sejak setahun lalu. Mereka membuat STNK dan plat nomor dengan teknik khusus.

Untuk TNKB, mereka memiliki alat lengkap seperti besi pencetak hologram lalulintas dan memunculkan tulisan Korlantas Polri sehingga mirip dengan asli. Pembuatan STNK hanya bermodal print kertas.

"Ini dibuat sendiri oleh tersangka AM menggunakan (kertas) HVS. Dicetak menggunakan printer, akhirnya keluarlah STNK itu," Argo menjelaskan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top