Sudah Ada Nama Tersangka Kasus Rasisme di Surabaya

publicanews - berita politik & hukumMassa mendatangi Asrama Mahasiswa Papua (AMP) di Jalan Kalasan Surabaya, Jumat (16/8) malam. (Foto: suarasurabaya.net)
PUBLICANEWS, Surabaya - Polda Jawa Timur sudah mengantongi nama 16 orang terperiksa kasus dugaan rasisme di Asrama Mahasiswa Papua (AMP) di Jalan Kalasan Surabaya, Jumat (16/8), yang akan menjadi tersangka.

Kabid Humas Polda Jatim mengatakan, dari 63 orang yang diamankan dalam kericuhan di AMP, ada 16 orang di antaranya mengerucut pada kasus dugaan ujaran rasisme.

"Kita lihat perkembangan pemeriksaan, apa cukup atau belum jelasnya. Kita akan gelar (perkara) lagi," kata Frans kepada wartawan di Mapolda Jatim, Surabaya, Selasa (27/8).

Sebelum gelar perkara, penyidik kembali memastikan hasil seluruh pemeriksaan sudah masuk pemberkasan. Jika sudah mencukupi, baru bisa diumumkan tersangkanya.

"Masih penyidikan untuk tetapkan langkah selanjutnya. Pasti ada tersangka, tentu dengan alat bukti sesuai KUHAP," ia menjelaskan.

Ke 16 orang tersebut telah menjalani pemeriksaan sejak Sabtu (24/8). Mereka terdiri atas 9 saksi dari organisasi masyarakat, petugas kecamatan, dan masyarakat setempat.

Pada Senin (26/8) kemarin, polisi kembali memeriksa 7 orang, salah satunya adalah Tri Susanti alias Susi, mantan anggota FKPPI. Pemeriksaan untuk mengkonfirmasi video yang beredar di media sosial soal ujaran kebencian terhadap penghuni asrama mahasiswa Papua.

"Karena diperlukan pembuktian ataupun klarifikasi yang bersangkutan," Frans menambahkan.

Diketahui, situasi di AMP sempat mencekam sehari menjelang HUT Kemerdekaan RI. Sejumlah anggota ormas mendatangi asrama mahasiswa Papua tersebut. Awalnya diduga dipicu isu perusakan mendera Merah Putih oleh mahasiswa hingga ratusan kelompok ormas. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top