Penyerang Polsek Wonokromo Diperiksa Densus 88 di Jakarta

publicanews - berita politik & hukumIlustrasi
PUBLICANEWS, Surabaya - Densus 88 membawa penyerang Mapolsek Wonokromo Imam Musthofa ke Jakarta guna pemeriksaan intensif. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera memastikan Imam adalah pengikut Jamaah Ansharut Daulah (JAD) berdasarkan temuan kertas bergambar lambang ISIS di tas Imam. 

"Nah, ini ditangani oleh Densus 88. Densus sudah membawa ke Jakarta. Mengenai jaringannya, Kapolri sudah menyebutkan kemarin," kata Frans kepada wartawan di kantornya, Surabaya, Rabu (21/8).

Imam belajar secara otodidak mengenai ajaran radikal selama tiga tahun. Dari situ, penjual krupuk itu bergabung dengan JAD.

"Istrinya sudah mengetahui suaminya tiga tahun belajar dan dimplementasikan melakukan amaliyah ke Polsek," ujar Frans.

Sebelumnya, Staf Khusus Kedeputian I Bidang Deradikalisasi dan Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suaib Tahir membenarkan aksi Imam tergolong penyerangan tunggal alias lone wolf.

"Dia belajar sendiri, senang mempelajari sendiri, akhirnya terpapar dan melakukan tindakan terorisme secara individu," kata Suaib di kawasan Jakarta Selatan.

Menurutnya, modus penyerangan individu Imam tidak sulit ditaklukan karena tingkat kekuatannya sangat sederhana. "Semacam ajang uji coba, kita perhatikan di jalan ya kaya ragu-ragu kan," Suai menambahkan.

Imam mendatangi Mapolsek Wonokromo, lalu menyerang dua anggota polisi dengan celurit pada Sabtu (17/8) sore. Beberapa jam setelah memeriksanya polisi menggeledah kos Imam yang dihuni istri dan kedua anaknya di Sidorsermo IV gang I, Wonocolo, Surabaya.

Polisi menyita laptop, kertas bergambar lambang ISIS, dan ponsel. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top