Tidak Ada Tersangka, Polisi Tutup Kasus Meninggalnya Anggota Paskibra Tangsel

publicanews - berita politik & hukumKapolresta Tangerang Selatan AKBP Ferdy Irawan. (Foto: tribratanews.com)
PUBLICANEWS, Jakarta - Anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kota Tangerang Selatan (Tangse) Aurellia Qurrota Ain meninggal dunia, Kamis (1/8). Penyebabnya masih simpang siur, ada yang menduga karena kelelahan, ada yang menyebut mengalami kekerasan dari seniornya.

Namun polisi telah menghentikan kasus tersebut. "Sudah closed karena kita tak temukan bukti pidana. Tidak ada tersangka dan bukti," kata Kapolresta Tangsel AKBP Ferdy Irawan kepada Publicanews di BSD, Minggu (18/8).

Ferdy tak menepis dugaan kematian Aurellia karena durasi latihan di MIPA SMA Islam Al-Azhar BSD Serpong yang cukup mengganggu kesehatan korban. "Ada rekomendansi pola-pola pembinaan yang perku dibenahi tapi bukan itu jadi penyebabnya," ia menjelaskan.

Dalam proses penyelidikan polisi tidak menemukan kekerasan secara langsung pada tubuh siswi kelas XI itu. "Pembinaannya disuruh lari, jongkok dan latihan fisik lainnya," ujarnya.

Polisi sempat mendapat penolakan dari keluarga korban yang tidak menghendaki uji forensik terhadap jenazah Aurellia. "Dari keterangan saksi juga enggak ada bukti kekerasan," ia menambahkan.

Aurelia tiba-tiba roboh di rumahnya di kawasan Cipondoh, Tangerang Kota, Kamis pagi, saat berangkat latihan Paskibra. Ia dinyatakan meninggal dunia ketika dibawa ke rumah sakit.

Paman korban, Romi, menduga Surealis meninggal Aurellia karena dipelonco oleh seniornya di Paskibra. Ia melihat banyak keanehan dalam peristiwa ini, tubuh Aurel itu lebam-lebam.

"Dia (Aurel) juga sempat cerita kalau pernah dipukul oleh seniornya di Paskibra," ujar Romi beberapa waktu lalu. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top