Polisi Intimidasi Wartawan di Depan Gedung DPR, Ini Kata Kapolda

publicanews - berita politik & hukumKapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono usai acara Gowes Merdeka di BSD, Tangerang Selatan, Minggu (18/8). (Foto: Publicanews/Bimo)
PUBLICANEWS, Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono menanggapi aksi polisi membubarkan demonstran di depan Gedung DPR, Jakarta, Jumat (16/8). Saat membubarkan aksi buruh tersebut sejumlah polisi juga mengintimidasi wartawan.

"Kita lihat permasalahannya apa. Kegiatan aspirasi ada batasannya," ujar Gatot usai acara 'Gowes Merdeka' di BSD, Tangerang Selatan, Minggu (18/8).

Menurut Gatot, polisi membubarkan masa sesuai aturan perundang-undangan, yakni jika dalam penyampaian aspirasi terjadi pelanggaran HAM dan mengganggu ketertiban masyarakat. Gatot menegaskan, aksi unjuk rasa harus mengantongi surat izin, jika tidak konsekuensinya dibubarkan.

"Kemarin kita tidak berikan ijizin kegiatan. Kita lakukan diskresi kepolisian. Kalau ada gesekan bisa dipahamin," ia menambahkan.

Mengenai polisi yang melakukan tindak tidak terpuji terhadap wartawan peliput, Gatot akan mengkaji kronologisnya. "Saya pelajari karena saya belum tahu laporan resminya. Jika terbukti, akan dievaluasi," katanya.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta mengecam aksi intimidasi personel polri terhadap enam wartawan saat meliput unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR Jakarta, Jumat (16/8). (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top