Kriminalitas Banten

Polisi Kantongi Identitas Pembunuh Sadis Satu Keluarga di Serang

publicanews - berita politik & hukumSiti Sa'idah (24), korban selamat dari peristiwa pembunuhan sadis di Serang, Banten, tengah dirawat intensif di RSUD Banten. (Foto: bantenhits)
PUBLICANEWS, Serang - Polisi telah mengantongi identitas pembunuh satu keluarga di Kampung Gegeneng, Desa Sukadalem, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, Banten. Korbannya adalah Rustadi (33) dan anaknya A (4) yang ditemukan tewas bersimbah darah, sedangkan istrinya Siti Sa'idah (24) masih kritis.

Mereka ditemukan oleh rekan kerja Rustadi, Asgari, di rumahnya pada Selasa (13/8).

"Sampai saat ini sudah kita kantongi identitas pelaku, namun masih kita rahasiakan. Satu tersangka," ujar Kapolres Serang Kota AKBP Firman Affandi kepada wartawan di kantornya, Sabtu (17/8).

Firman belum bisa membuka identitas pelaku karena masih dilakukan penyelidikan. Polisi juga masih mendalami motif pembunuhan sadis itu. Diduga pelakunya lebih dari satu orang.

"Hasil pemeriksaan sudah mengarah ke beberapa orang, insya Allah dalam waktu sudah bisa terungkap," katanya. Penyidik, ia menambahkan, juga menunggu perkembangan kondisi saksi kunci Siti yang masih dirawat di RSUD Banten

Firman menduga pembunuhan tersebut berencana jika dilihat dari pelaku yang sudah menyiapkan properti, seperti topeng, saat hendak membunuh. "Istri korban sempat melihat pelaku yang mengetuk pintu depan sudah menggunakan penutup muka," ia menjelaskan

Polisi menduga Rustadi dan Siti sempat membela diri dan bertarung dengan pelaku. Ada jejak darah pelaku di depan rumah.

"Menurut saksi, sempat terjadi pertarungan. Kemungkinan dicekik. Ada bercak darah di luar rumah, kemungkinan darah pelaku," Firman menambahkan.

Tidak ada barang korban yang hilang. Saat ini polisi sudah memanggil sejumlah saksi dari keluarga korban. Mereka tidak mengetahui adanya korban memiliki musuh atau tengah berselisih dengan orang lain. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top