Aparat Represif, Peserta Demo Buruh di DPR Ditelanjangi dan Ditangkap di Masjid

publicanews - berita politik & hukumMassa Buruh di pertigaan Jalan Gatot Subroto menuju arah Gedung DPR diadang oleh aparat kepolisian, Jumat (16/8). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Gerakan Buruh Bersama Rakyat alias Gerak menyatakan mendapat perlakuan represif dari aparat keamanan saat melakukan aksi di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8). Peserta aksi mendapat intimidasi hingga pemukulan. Bus yang membawa mereka bahkan disita aparat.

Perlakuan represif aparat tersebut disampaikan oleh Pengurus Nasional Sentral Gerakan Buruh Akbar Rewako.

"Kami meminta aparat segera melepaskan peserta aksi dari serikat buruh dan berhenti melakukan tindakan represif terhadap rakyat," kata Akbar Rewako, Jumat siang.

Sekretaris Jendreral KASBI Unang Sunarno menyebutkan, peserta aksi mendapat tindak kekerasan bahkan hingga ditelanjangi oleh aparat keamanan.

Sementara Pengurus Konfederasi Serikat Nasional Supinah mengatakan aparat menghalau peserta aksi ketika berniat menunaikan salat Jumat, bahkan ada yang ditangkap di dalam masjid.

"Anggota kami ada yang ditonjok oleh Paspampres," ujarnya. Peserta aksi dikumpukan di suatu tempat dan sebagian dibawa aparat.

Peserta aksi buruh yang melakukan demo di kawasan sekitar Kompleks DPR membentangkan spanduk bertuliskan 'Tolak Revisi UU Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 versi Pengusaha'.

Tindakan represif aparat juga diterima para wartawan yang meliput aksi buruh itu. Ancaman penangkapan diterima para fotografer dan kamerawan bila tak bersedia menghapus hasil liputan.

"Dihapus juga video dan foto. Tunggu rilis. Kamu jangan sewenang-wenang. Lo, gua lihat dari tadi foto-foto video. Lo mau hapus atau gua kandangin," kata seorang jurnalis dari media nasional mengulang ucapan aparat kepolisian. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top