Diskusi 'Situasi Nduga' Batal Digelar di Bandung, Ada Apa?

publicanews - berita politik & hukumInstitut Seni Budaya Indonesia (ISBI). (Foto: ayobandung.com)
PUBLICANEWS, Bandung - Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Daunjati Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) batal menggelar diskusi publik bertajuk 'New York Agreement dan Situasi Nduga' di area kampus, Bandung, Rabu (14/8).

Polisi terlibat langsung dalam pembatalan diskusi tentang Papua itu. Alasannya karena tidak memiliki izin menggelar di area kampus.

"Mereka mengadakan sendiri, ya masa dalam kampus mengadakan sendiri sampai rektor enggak tahu," kata Kapolsek Lengkong Kompol Kusna Jefri kepada wartawan, Kamis (15/8).

Kusna menegaskan, larangan kegiatan publik bukan semata isi materi melainkan murni soal pihak penyelenggara yang tidak mengantongi izin.

"Mereka sudah tanda tangan, jadi dibatalkan dan tidak akan melaksanakan kegiatan itu," ujarnya.

Aksi pembatalan juga melibatkan TNI dan pengelola kampus. Sudah ada pertemuan dengan LPM Daunjati sebagai pihak penggagas. Mereka pun menyepakati untuk membatalkan acara diskusi dengan alasan perizinan. Mereka juga menerima dengan baik.

Rektor ISBI Een Herdiani mengaku tidak mengetahui rencana kegiatan diskusi publik tersebut. "Seharusnya ada koordinasi dengan pihak lembaga. Kalau awal-awal bicara (adanya diskusi), pasti kami akan mengarahkan," kata kepada wartawan di kantornya.

Diketahui, New York Agreement adalah perjanjian soal penyelesaian sengketa Papua Barat yang terjadi pada 15 Agustus 1962. Perjanjian ini melahirkan Pepera (Penentuan Pendapat Rakyat) yang dianggap menyalahi hukum internasional karena tidak dilakukan dengan cara satu orang satu suara. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top