Kriminalitas Papua

Polda Papua Bentuk Tim Buru Penembak Briptu Heidar

publicanews - berita politik & hukum
PUBLICANEWS, Jakarta - Polda Papua membentuk tim untuk menangani kasus penembakan terhadap anggota Brimob Briptu Heidar yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Tim Gabungan Polda dan Polres setempat sydah melakukan olah TKP.

"Tim ini akan mengejar kelompok yang menyekap dan menembak," kata Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (14/8).

Ia mengungkapkan, saat penyidik mendatangi lokasi terbunuhnya Briptu Heidar, tim mendapat serangan tembakan dari KKB secara membabibuta. Tim gabungan Polri dan TNI langsung melakukan pengejaran ke arah sumber tembakan.

"Tapi tim enggak menemukan orang-orang yang menembak, hanya beberapa amunisi dan magasin ditemukan," ujar Dedi.

Saat ini Polri telah mengidentifikasi kelompok yang melakukan penyanderaan sekaligus menembak mati Briptu Heidar di Kabupaten Puncak Jaya, Papua, Senin (12/8). "Sudah kita buatkan denah mulai jaringannya, pimpinannya semua sudah," Dedi menambahkan.

Disandera 5 Jam, Anggota Brimob Meninggal di Tangan KKB

Menurutnya, ada beberapa distrik yang memiliki pimpinan kelompok masing-masing. Kelompok tersebut juga memiliki sub-sub komandan yang ikut beroperasi.

Soal adanya penjebakan, Dedi tak menepis. Pasalnya, beberapa personel memiliki hubungan kedekatan dengan masyarakat di wilayah rawan sekalipun.

"Korban juga berinteraksi di sana. Korban sangat menguasai wilayah sana termasuk Bripka Alfonso," ia menambahkan.

Bripka Alfonso yang dimaksud adalah rekan Heidar, keduanya berboncengan sepeda motor mengantar logistik ke Kampung Usir, Kabupaten Puncak Jaya. Di tengah jalan, Heidar diajak turun oleh Jambi Mayu Telenggen.

Pada Senin (12/8) pukul 17.30 WIT, Heidar ditemukan meninggal dengan luka tembak. Lokasinya tidak jauh dari tempat ia disandera. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top