Kriminalitas Palembang

Prada Deri Borong 4 Koper untuk Kantongi Jasad Pacar

publicanews - berita politik & hukumTerdakwa Prada Deri Pramana di Peradilan Militer I-04, palembang menangis menyesali perbuatannya. (Foto: Sripoku)
PUBLICANEWS, Palembang - Pengadilan militer I-04 Jakabaring, Palembang, kembali menyidangkan kasus Prada Deri Pramana, terdakwa pembunuh sang pacar Fera Oktaria. Sidang menghadirkan 6 saksi.

Salah satu saksi adalah penjual tas dan koper Rafida. Ia mengaku dua kali didatangi terdakwa untuk membeli tas. Setidaknya 3 ransel dan satu koper dibelanjakan anggota TNI itu. Rafida sempat menanyakan untuk apa tas-tas yang diborongnya.

"Katanya dikasih teman dan untuk mudik ke Lampung," kata Rafida dalam sidang pada Selasa (13/8). Deri, ia menambahkan, membelanjakan Rp 545 ribu untuk berbagai tas tersebut.

Pekan lalu, dalam dakwaannya, Oditur Mayor D Butar Butar mengatakan tas-tas itu rencananya untuk mengemasi tubuh korban setelah dimutalisi. Tetapi, rencana batal karena Derita gagal memotong jasad kekasihnya itu.

Terdakwa sudah menemukan gergaji di salah satu ruangan di penginapan dan yang ia beli di pasar. "Namun saat terdakwa mencoba memutilasi korban, kedua gergaji itu patah," ujar Oditur.

Tubuh Fera kemudian dimasukkan ke dalam kasur. Dedi menyiapkan obat nyamuk bakar yang dirakit ke kasur dengan harapan akan membakar jasad pacarnya itu. "Obat nyamuk ternyata mati sehingga tubuh korban gagal terbakar," D Butar Butar menjelaskan.

Sebelum membunuh korban, pasangan ini sempat dua kali berhubungan intim layaknya suami istri. Namun, kemarahan Deri tersulut ketika ia gagal membuka pin ponsel korban. Kecurigaan kekasihnya mempunyai pacar baru kian membuncah ketika Fera menyampaikan kehamilannya.

"Kamu mau enak saja berhubungan terus. Kapan kamu mau nikahi saya, sekarang saya sudah hamil dua bulan," kata D Butar Butar menirukan pernyataan korban.

Mendengar hal itu, Prada Deri naik pitam. Seketika kepala korban ia benturkan ke dinding hingga pingsan. Deri kemudian membekap mulut korban hingga tewas. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top