Ditjen Imigrasi Waspadai Perdagangan Orang Melalui Pencari Suaka

publicanews - berita politik & hukumPencari suaka yang bermukim di depan Kantor Imigrasi, Kalideres, Jakarta Barat. (Foto: kompas)
PUBLICANEWS, Jakarta - Dirjen Imigrasi Kemenkum HAM Komjen Pol Ronny F Sompie menyebut masih ada oknum yang memanfaatkan pencari suaka di Indonesia sebagai modus perdagangan orang.

"Perlu diantisipasi modus operandi perdagangan orang dari transaksi para pengungsi," kata Ronnie kepada wartawan di kawasan Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (13/8).

Ia menjelaskan Satpol PP Jakarta Pusat beberapa pekan lalu menemukan sejumlah masalah pencari suaka. Salah satunya di lokasi yang bukan tempat pengungsiannya. Ronny telah meminta jajarannya mengawasi WNA di Indonesia.

"Ketika mereka (Satpol PP Jakarta Pusat) melakukan operasi, ternyata ada di antara keluarga pengungsi ini juga berada di lokasi-lokasi yang tidak layak," ia menjelaskan.

Ronny menyebutkan, jika ada pencari suaka yang melakukan pelanggaran, bisa diselesaikan. Jika pelanggarannya di daerah, akan diselesaikan di pemda dengan pidana ringan.

"Kalau ada pengungsi yang tercatat di UNHCR menerima kartu pengungsi, tapi melakukan tindakan pidana, itu perlu ditindaklanjuti," ujarnya.

Menurutnya, para pelaku tidak kebal hukum, Ditjen Imigrasi berjanji memberi efek jera dan menjerat dengan undang-undang dan hukum yang berlaku. Ronny mengimbau UNHCR memberi perhatian kepada para pencari suaka yang saat ini mengungsi di Kalideres, Jakarta Barat.

"Pencari suaka ini harus diberikan kepada Imigrasi secara transparan, sehingga dengan data tersebut Imigrasi bisa melakukan pengawasan," Ronny menjelaskan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top