Papua

Disandera 5 Jam, Anggota Brimob Meninggal di Tangan KKB

publicanews - berita politik & hukumAnggota tim khusus Polda Papua Briptu Heidar yang gugur setelah lima jam disandera KKB di Kampung Usir, Kabupaten Puncak, Papua, Senin (12/8). (Foto: polri.go.id)
PUBLICANEWS, Puncak Jaya - Anggota Polda Papua Briptu Heidar ditemukan meninggal setelah lima jam disekap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Usir, Kabupaten Puncak, Papua, Senin (12/8). Saat itu, Briptu Heidar diminta mengantarkan logistik oleh Jambi Mayu Telenggen.

Heidar bersama Bripka Alfonso Wakum menggunakan sepeda motor.

"Briptu Heidar ditemukan pukul 17.30 WIT dalam keadaan meninggal dunia. Lokasinya tidak jauh dari tempat penyanderaan," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal kepada wartawan, Senin (12/8) malam.

Diduga anggota Brimob dari Satgas Nemangkawi (wilayah Ilaga) BKO Satgas Gakkum itu dijebak dan disandera oleh kelompok Jambi Mayu sekitar pukul 11.30 WIT.

Heidar diajak Jambi turun ke daerah perbukitan, sedangkan Bripka Alfonso menunggu di motor. Muncul kecurigaan dari Alfonso melihat suasananya mencekam.

Benar saja, Alfonso melihat puluhan anggota KKB lengkap dengan senjata tiba-tiba menyergap Briptu Heidar. Terdengar tembakan mengarah ke Alfonso, beruntung tak mengenainya.

"Bripka Alfonso bersembunyi di salah satu honai (rumah adat Papua) warga. Dia lari ke atas dan meminta bantuan kepada rekan Tim Satgas Nemangkawi dengan menggunakan HT," Kamal menjelaskan.

Sekitar pukul 12.00 WIT, sebanyak 105 personel gabungan TNI-Polri berjumlah melaksanakan pengejaran dan mencari Briptu Heidar.

Kapolres Puncak Jaya, bupati, dan para tokoh melakukan negosiasi terhadap kelompok tersebut saat Heidar masih disekap.

Pukul 17.30 WIT, Briptu Heidar ditemukan meninggal di dekat lokasi penyanderaan. Ada luka tembak di bagian kepala dan leher.

Jenazah dibawa ke Puskemas Ilaga dan hari ini diterbangkan ke Makassar, Sulawesi Selatan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top