Berkas Polisi Tembak Polisi Sudah di Tangan Jaksa

publicanews - berita politik & hukumKapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Polisi telah menyerahkan berkas perkara Brigadir Rangga Tianto (32) yang menembak polisi ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta alias tahap satu.

Brigadir Rangga adalah anggota Polairut yang menembak Bripka Rahmat Effendi (41), anggota Polantas di Polsek Cimanggis, Kamis (25/7) lalu.

"Saat ini, berkas tengah dipelajari oleh Kejaksaan," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono kepada wartawan di kantornya, Senin (12/8).

Kini polisi tengah menunggu proses pemeriksaan berkas perkara tersebut hingga dinyatakan lengkap dan siap untuk disidangkan.

"Kalau nanti sudah lengkap akan dikembalikan ke kita. Kemudian, kita akan menyerahkan tahap kedua (penyerahan tersangka dan barang bukti)," Gatot menjelaskan.

Selama ini, kata Gatot, Brigadir Rangga diperiksa penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya pasca penangkapan di lokasi kejadian.

Seiring pemberkasan itu, tersangka juga diperiksa unit propam menyangkut etika dan disiplin anggota polisi. Tak menutup kemungkinan, Brigadir Rangga akan dipecat.

"Kalau masih ada kekurangan, Jaksa akan menyerahkan berkas P19 (tahap pertama) dan kita lengkapi," katanya.

Gatot menambahkan, hasil kejiwaan tersangka normal. Dalam kejadian ini, Gatot telah meminta agar seluruh anggota yang memegang senjata api agar dievaluasi.

"Khususnya terhadap pemeriksaan psikologinya dilakukan dengan benar, sehingga anggota itu tidak mudah emosional, karena kalau emosional kan berbahaya," ia menegaskan.

Sebelumnya, peristiwa penembakan sesama polisi ini terjadi di ruang SPK Mapolsek Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Kamis (25/7) sekitar pukul 20.50 WIB.

Brigadir Rangga Tianto menembak anggota Samsat Polda Metro Jaya Bripka Rahmat Efendy (41) sebanyak 7 kali menembus dada, leher, paha, dan perut.

Pemicunya diduga Brigadir Rangga terpancing emosi setelah Bripka Rahmat menolak permintaan pelaku dengan nada kasar. Saat itu, keduanya tengah menangani kasus tawuran. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top