Kriminalitas Bekasi

Klinik Aborsi di Tambun Digerebek Polisi

publicanews - berita politik & hukum
PUBLICANEWS, Bekasi - Diduga lakukan praktik aborsi, Klinik Aditama Dua yang berlokasi di Kampung Siluman, Desa Mangun Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, digerebek petugas Polsek Tambun, Minggu (11/8).

Dalam penggerebekan tersebut polisi mengamankan empat orang, yakni pemilik klinik HF, bidan MPN, perempuan HM yang baru melakukan aborsi teman dekatnya WS yang mengantarkannya ke Klinik Aditama Dua.

“Saat kami melakukan penggeledahan, pemilik klinik sedang atau selesai melakukan tindakan aborsi atau mengeluarkan janin. Kami juga menemukan pelaku aborsi sedang proses pemulihan di kamar dan ada tenaga medis yang ikut membantu,” ujar Kapolsek Tambun Kompol Rahmat Sujatmiko di lokasi, Minggu (11/8).

Rahmat mengatakan, dari pemeriksaan diketahui pemilik klinik dan petugas medis bukan orang yang berkompeten untuk melakukan tindakan aborsi.

Polisi masih terus melakukan pendalaman soal peran masing-masing tersangka yang diamankan. Mereka juga masih mengembangkan kasus ini untuk mengetahui apakah ada tindakan aborsi lainnya di klinik tersebut dan dimana mereka membuang janin.

Berdasarkan pengakuan HM (25), ia mengeluarkan uang Rp 5,5 juta untuk aborsi kehamilan enam pekan. HM mengaku aborsi lantaran kekasihnya enggan bertanggung jawab.

"Saya tahu klinik ini dari teman saya,” ujar HM.

Keempat pelaku disangkakan melanggar Pasal 83 Juncto Pasal 64 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan dan atau Pasal 194 Juncto Pasal 75 ayat (2) UU Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman lima tahun penjara. Sementara pelaku aborsi, HM, dikenakan Pasal 348 KUHP dan Pasal 346 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara.

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Cewek Kepo @ceweKepo11 Agustus 2019 | 20:48:59

    Waduh piye ini kasian yg jadi padien kalau gak ahli. Harus dibenerin yg begini ini.

Back to Top