Warga Bogor Merasa Dibohongi PLN dalam Pembangunan Sutet

publicanews - berita politik & hukumNcef Arif Apandi, warga Jampang, Kemang, Bogor yang mengaku telah dibohongi PLN saat pembangunan sutet bertegangan 500 KV. (Foto: Publicanews/bimo)
PUBLICANEWS, Jakarta - Salah satu warga Jampang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Ncef Arif Apandi, mengaku telah dibohongi PLN saat pembangunan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (Sutet) 500 KV.

Pada 1995 silam, PLN tidak secara terbuka menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat akan dibangun sejumlah menara listrik bertegangan tinggi.

"Awalnya dibilang mau dibangun jembatan layang, tapi dibangun menara sutet," ujar Ncep kepada Publicanews seusai jumpa pers pernyataan sikap korban Sutet di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (10/8).

Menurut Ncep, PLN bertanggung jawab atas pembangunan menara Sutet di kawasan pemukiman warga. Sebelum pembanguan, warga sempat khawatir.

"Kejadian ini (ledakan Sutet, 4 Agustus lalu) adalah akibat PLN pada masa pembangunan. Mereka pernah meyakinkan warga bahwa akan tetap aman di bawah sutet," katanya.

Atas insiden ledakan Sutet yang merobohkan pohon sengon di Ungaran, Semarang, Jawa Tengah, dan berakibat padamnya listrik massal se-Jabodetabek pada Minggu (4/8), bukan pertama kali terjadi.

"Banyak kejadian (ledakan) di Bogor meski tak berdampak mati listrik. Ini catatan PLN," Ncep menegaskan.

Ncep merupakan salah satu warga yang 20 tahun tinggal di bawah jalur Sutet. Berbagai ancaman sering menghantui keluarga maupun warga sekitar. "Mulai psikis warga yang takut jika hujam terjadi. Warga juga sering pusing bahkan leukimia," Ncep menambahkan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top