Kriminalitas Jakarta

Polisi Bekuk Mafia Tanah Beraset Miliaran

publicanews - berita politik & hukumGelar kasus penangkapan mafia tanah di komplek perkantoran Wisma Iskandarsyah, Jakarta Selatan, Jumat (9/8). (Foto: FWP)
PUBLICANEWS, Jakarta - Polda Metro Jaya kembali menangkap para mafia tanah berkedok notaris. Kasus ini merupakan pengembangan penangkapan tiga mafia tanah di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, awal Agustus.

Anggota mafia yang dibekuk kali ini adalah DH, DR, dan S di komplek perkantoran Wisma Iskandarsyah, Jakarta Selatan.

"DH adalah calon pembeli dan orang yang menjaminkan SHM milik korban VYS," ujar Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto di Jalan Iskandarsyah, Jakarta Selatan, Jumat (9/8).

DH merupakan residivis kasus serupa pada 2018 lalu di Tangerang Selatan. "DH pernah menjalani setahun penjara kemudian kembali melakukan kejahatan," kata Suyudi.

Pelaku punya tugas masing-masing. Tersangka DR sebagai notaris dengan nama Dr H Idham, sedangkan S mengurus proses balik nama maupun penjaminan
sertifikat korban.

Ketiganya membeli rumah VYS dengan mewajibkan korban menitipkan sertifikat, KTP, KK, IMB asli di kantor notaris fiktif milik komplotan tersebut. Alasannya untuk pengecekan ke Badan Pertanahan Negara (BPN).

Oleh pelaku, seluruh data pemilik dipalsukan dan dibuat seolah ada jual beli antara korban dengan tersangka.

"Otomatis korban kehilangan hak atas properti miliknya, selanjutnya SHM dibalik nama atas nama tersangka dan diagunkan di koperasi dan atau perusahaan brighing," Suyudi menjelaskan.

Perkenalan VYS dengan para mafia tanah ini terjadi pada Maret 2019. Korban hendak menjual tanah seluas 1.431 m2 di Jalan Kebagusan Raya No. 30, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

VYS. Dia dikenalkan oleh broker Ronal dengan DH. Terjadi kesepakatan harga Rp 15 miliar. "Korban percaya dengan tersangka dan menuruti prosedur yang dilakukan tersangka," Suyudi menambahkan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top