Kriminalitas Surabaya

Ada Oknum Kemenag Jatim dalam Penipuan Keberangkatan Haji

publicanews - berita politik & hukumKabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera. (Foto: suarasurabaya.net)
PUBLICANEWS, Surabaya - Penyidik Polda Jawa Timur mendalami kasus dugaan penipuan travel haji yang memberangkatkan puluhan calon jemaah haji dengan cepat. Seorang kordinatornya, Murtaji Junaedi, sudah tertangkap dan ditetapkan tersangka.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera mengatakan, Junaedi menyebut ada oknum Kementerian Agama Jatim terlibat.

"Junaedi ini hanya pengepul, dia juga dijanjikan oleh oknum Kementerian tertentu (Kemenag). Rencananya, Junaedi akan melaporkan oknum ini," ujar Frans kepada wartawan di kantornya, Surabaya, Kamis (8/8).

Ia memastikan penyidik sudah mengantongi identitas oknum tersebut dan menjadwalkan pemeriksaan hari ini. "Kami juga mengundang ahli dari Kementerian Agama untuk dimintai keterangan hari ini," katanya.

Penyidik berkordinasi dengan Inspektorat Jenderal Kemenag mengenai dugaan keterlibatan oknum yang dimaksud. "Yang tersangka (Junaedi) dan terindikasi akan didalami," Frans menambahkan.

Sejauh ini polisi sudah memeriksa beberapa saksi korban, mereka sudah membayar mulai dari Rp 5 juta hingga Rp 35 juta kepada Junaedi. Dari 59 calon jemaah haji yang berhasil diperdaya, 8 orang sudah membatalkan pendaftaran.

Total korban yang tertipu ada 51 orang dengan kerugian hingga Rp 850 juta. "Besar sekali uang yang dikumpulkan tersangka ini," Frans menegaskan.

Modusnya, Junaedi menghubungi para korban untuk meminta pembayaran agar bisa mempercepat pemberangkatan haji tahun 2019. Para korban merupakan calon jemaah yang terdaftar resmi mulai tahun 2010 hingga 2018. Sebenarnya mereka baru bisa berangkat 3 sampai 5 tahun lagi.

"Semua itu (calon jemaah haji) resmi, tapi jatah keberangkatannya pada 2022 sampai 2024," ujar Frans. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top