Resepsi HUT ke-25

AJI Dukung Jurnalis yang Memperjuangkan Kebebasan Pers

publicanews - berita politik & hukumKetua Dewan Pers Mohammad Nuh dalam pidatonya pada Resepsi HUT ke-25 AJI di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (7/8) malam. (Foto: Publicanews/Bimo)
PUBLICANEWS, Jakarta - Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Abdul Manan menceritakan situasi kehidupan pers dari era orde baru hingga zaman digital sekarang ini.

"Organisasi ini dibuat untuk melawan penindasan. Sebuah perlawanan untuk rezim orde baru. Kami memperjuangkan kebebasan pers, kesejahteraan pers," kata Abdul dalam pidato HUT ke-25 AJI di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (7/8) malam.

Menurut Abdul, AJI memiliki sejarah kelam dengan penguasa sejak terbentuknya AJI tahun 1994. Kala itu, hubungan AJI dengan pemerintah tidak harmonis. "AJI hidup di bawah tekanan pemerintah 20 tahun lalu, jadi tidak berhubungan baik," ujarnya.

Setelah orde baru berakhir dan memasuki masa reformasi, AJI mulai membuka diri menjalin hubungan baik dengan pemerintah. Kesejahteran pers menjadi visi utama dalam perjuangan AJI. Abdul menjelaskan, AJI mendukung para jurnalis yang berjuang demi kebebasan pers.

"Persoalan upah kawan-kawan belum sejahtera bahkan masih ada pers yang tidak digaji," ia menjelaskan.

Hadir Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh yang memberi pidato motivasi kepada insan pers dalam acara bertajuk 'Jurnalisme di Era Digital' itu. Menurut Nuh, ada tiga hal yang harus dipahami para jurnalis, yakni pers harus berpikir kritis, pers harus berpikir order tinggi.

"Terakhir, kita harus ingat esensi keutuhan antara etika, logika, dan estetika. Ketiganya harus berjalan selaras," mantan Mendiknas itu mengingatkan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top