Polisi Tangkap Tiga Pencuri Baterai Tower Sinyal di Mojokerto

publicanews - berita politik & hukumTiga pencuri baterai tower seluler di wilayah Mojokerto, Jawa Timur. (Foto: suaramojokerto.com)
PUBLICANEWS, Mojokerto - Zainal Abidin (48), Muhammad Sukarnanto (32), dan Eko Budiono (44) diamankan polisi karena mencuri baterai tower seluler, Sabtu (27/7). Aksi para pelaku ini mengakibatkan sinyal telepon seluler warga Mojokerto dan sekitarnya terganggu.

Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno menjelaskan, ketiganya mempunyai keahlian teknik di bidang tower seluler. "Mereka paham betul seluk beluk tower seluler," ujar Setyo kepada wartawan dalam gelar kasus di kantornya, Selasa (6/8).

Sukarnanto dibekuk di simpang tiga Pondok Maritim, Wiyung, Surabaya, dan Zainal di kamar kosnya di wilayah Sedati, Sidoarjo. Sedangkan Eko di perumahan Alam Pesona 1 Sidoarjo.

Sejak 2019 komplotan ini telah mencuri baterai di 5 tower seluler di wilayah Mojokerto, yakni Desa Wonosari, (Ngoro), Desa Slepi, (Trawas), Desa Jabon (Mojoanyar), Desa Adisono, (Pungging), dan Desa Kepuhanyar (Mojoanyar).

"Pelaku sindikat antar kota di Jatim. Mereka sudah beraksi di Sidoarjo, Pasuruan, Malang, Gresik, dan Nganjuk," katanya.

Setiap melakukan aksinya, ujar Setyo, pelaku memakai seragam teknisi tower seluler dari sebuah perusahaan. Tujuannya agar warga tidak curiga.

Mereka merusak gembok pagar, lalu membuka kotak tempat menyimpan baterai tower. Hanya 30 menit untuk mencuri baterai menara seluler. "Pelaku juga mematikan alarm terlebih dulu," Setyo menjelaskan.

Baterai mereka jual ke penadah seharga Rp 16 juta. Sayangnya, polisi belum menemukan sang penadah yang kabur saat tahu komplotannya ditangkap.

Polisi menyita kunci recti, obeng, kunci pas 10, kunci pas 13, kunci Inggris, kunco box, tang coot, pangait baterai, kunci L, kunci bintang, tali safety, helm pengaman, tool box isi kunci, serta ponsel pelaku. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top