Kriminalitas Sukabumi

Mayat dengan Rok Tersingkap Itu Ternyata Alumnus IPB

publicanews - berita politik & hukumKorban pembunuhan Amelia Ulfah Supandi (22). (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mayat dengan rok tersingkap yang ditemukan di Jalan Sarasa, Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum, Sukabumi, kemarin ternyata adalah Amelia Ulfah Supandi (22). Dini hari tadi, jenazah alumnus D-3 Institut Pertanian Bogor (IPB) itu tiba di rumah duka Gang Mulus, Kelurahan Sayang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (Jabar).

Ayah korban Enang Supandi mengatakan, ia bertemu terakhir dengan anaknya yang baru mendaftar program S-1 di IPB itu pada Sabtu (20/7). "Anak saya izin mau ke Bogor, mau menyelesaikan persyaratan pendaftaran," ujar Supandi, Selasa (23/7) siang.

Amelia,Supandi menambahkan, berencana pulang ke Cianjur pada Minggu sore karena Senin harus kembali bekerja. "Teman-temannya sempat mengingatkan, kalau sudah malam,enggak ada angkutan lagi ke Cianjur, mending nginap aja lagi," katanya.

Nahas, pada Minggu malam, keluarga kehilangan kontak dengan gadis yang akrab disapa Amel itu. Sebelumnya, kepada salah satu sahabatnya, korban sempat mengirim pesan ketakutan karena kendaraan umum yang dinaikinya dalam kondisi kosong dari arah Bogor menuju Cianjur.

Menurut Supandi, paman korban sempat melacak dari lokasi terakhir ponsel, yakni di Sukabumi dekat rumah makan Padang. Keluarga yang kebingungan sepanjang malam mendapat kabar penemuan mayat pada Senin pagi kemarin.

"Kami curiga Amel diculik dan dirampok, kemudian jasadnya dibuang di Sukabumi dan mudah-mudahan Amel bukan korban perkosaan. Karena saat ditemukan barang miliknya hilang seperti handphone, laptop, dan lainnya hanya tersisa uang Rp 1.000," kata paman korban Gunalan, di RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, kemarin.

Warga Sukabumi Dikagetkan Penemuan Mayat dengan Rok Tersingkap

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro mengatakan, berdasar hasil hasil autopsi dan visum et repertum oleh dokter forensik RSUD R Syamsudin, diketahui sebelum meninggal korban mengalami kekerasan fisik terlebih dahulu.

Terdapat luka dan memar akibat kekerasan benda tumpul terutama di area wajah dan di sekitar rahang. Korban terlihat seperti kekuarangan oksigen. Belum diketahui apakah korban dibekap terlebih dahulu atau tidak.

"Ada bercak darah di bagian kemaluan, tetapi seperti daarah menstruasi," kata Susatyo.

Ia masih menunggu hasil laboratorium untuk mengetahui apakah itu darah menstruasi atau bukan, dan ada atau tidak kecurigaan perkosaan. Polisi masih mengungga hasil hasil laboratorium yang diperkirakan selesai 2 X 24 jam atau sekitar Rabu (24/7) besok. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top