Kriminalitas Ponorogo

Pacar Sebarkan Video Remas Dada Karena Ditolak Indehoi

publicanews - berita politik & hukumTersangka penyebar video syur pacar saat jumpa pers di Mapolres Ponorogo, Senin (22/7). (Foto: beritajatim)
PUBLICANEWS, Ponorogo - Tersangka Catur Ariana Pamungkas (21) menyebarkan video setengah telanjang sang pacar gara-gara ditolak berhubungan intim. Padahal keduanya sudah beberapa kali melakukan sebelumnya.

Kapolres Ponorogo AKBP Radiant mengatakan, Catur dan PT, siswi kelas X sebuah SMK, menjalin asmara sejak 2017. Mereka telah empat kali berhubungan badan.

"Korban dan pelaku sering menginap di tempat lain tanpa sepengetahuan orang tua korban," ujar Radiant dalam keterangan pers di Mapolres Ponorogo, Jawa Timur, Senin (22/7).

Sebelum menyebarkan dua video syur berdurasi 30 detik dan 29 detik, hari itu Catur mengajak bersebadan. Namun gadis 15 tahun itu menolak.

"Jadi motif pelaku menyebarkan vidio tersebut karena korban tidak mau diajak hubungan badan,” Radiant menjelaskan.

Polisi banyak menemukan video dan foto porno di ponsel Catur yang ia terima dari PT. Penyidik menduga tersangka memaksa korban mengirimkan video dan foto tersebut.

Catur, warga Desa Pulung Merdiko, Kecamatan Pulung, Ponorogo, dijerat Pasal 81 ayat 2 UU Perlindungan Anak tahun 2015, yaitu melakukan persetubuhan korban yang masih di bawah umur. Pemuda pengangguran itu juga dikenakan Pasal 45 ayat 1 dalam Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ancaman hukumannya antara 6 tahun hingga 15 tahun dan 6 tahun.

Video PT sedang meremas dadanya viral melalui aplikasi WhatsApp beberapa waktu lalu. Korban mengatakan, ia hanya mengirimkan video panas itu ke pelaku. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top