Jaksa Tak Banding, Bahar bin Smtih Segera Dieksekusi

publicanews - berita politik & hukumBahar bin Smith saat mengikuti sidang Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (4/4). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Bandung - Vonis 3 tahun penjara yang dijatuhkan kepada Bahar bin Smith akhirnya diterima jaksa penuntut umum (JPU). Pemimpin Majelis Pembela Rasulullah itu dinyatakan terbukti menganiaya dua remaja oleh hakim Pengadilan Negeri Bandung.

“Alasan penerimaan karena dalil pertimbangan tuntutan jaksa penuntut umum seluruhnya diambil dan dijadikan dasar hukum oleh majelis hakim,” kata Kasipenkum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat Abdul Muis Ali, Rabu (17/7).

Sebelumnya, kuasa hukum Bahar juga telah menerima vonis kepada pendakwah kelahiran Manado, Sulawesi Utara itu.

Abdul mengatakan, proses selanjutnya adalah eksekusi terpidana. Namun Kejati belum memutuskan di lembaga Pemasyarakatan (lapas) mana tokoh Front Pembela Islam (FPI) itu akan dipindahkan.

Menurut Abdul, keluarga terpidana meminta agar penanhanan dilakukan di Pondok Rajeg, Cibinong, Bogor. "Sesuai ketentuan, ekseksusi dilaksanakan di daerah tempat tinggal terpidana,” Abdul menambahkan.

Bahar divonis pada Selasa (9/7) lalu. Ia dinyatakan terbukti menganiaya dua remaja Cahya Abdul Jabar dan Muhammad Khoerul Aumam Al Mudzaqi alias Zaki. Dalam pembelaannya, Bahar menyebut penganiayaan dilakukan sebagai pelajaran akrena kedua bocah itu mencatut namanya saat liburan ke Bali.

Bahar dikenakan tiga pasal sekaligus, yakni Pasal 333 ayat 2 Kitab undang-undang hukum Pindahnya (KUHP) Juncto Pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUHP,

Pendakwah berambut pirang ini juga terbukti melanggar Pasal Pasal 170 ayat 2 ke-2 KUHP tentang tindakan penganiayaan, dan Pasal 80 ayat (2) Jo Pasal 76 C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Selain divonis 3 tahun Bahar diwajibkan membayar denda Rp 50 juta subsider 1 bulan kurungan. Vonis hakim lebih ringan daripada tuntutan jaksa hukuman 6 tahun penjara. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top