Kriminalitas Indramayu

Polisi Tangkap ABG Mucikari yang Memperdagangkan Anak Sekolah di Kafe

publicanews - berita politik & hukumKetiga tersangka perdagangan orang di Indramayu dalam gelar kasus di Polres Indramayu, Senin (15/7) pekan lalu. (Foto: Polres Indramayu)
PUBLICANEWS, Indramayu - Polisi membekuk tiga orang yang diduga terlibat kasus perdagangan orang dengan korban 19 remaja di Indramayu, Jawa Barat. Ketiganya adalah SR (15) sebagai perekrut, AJS (34) karyawan, dan PM (41) pemilik kafe.

Kapolres Indramayu AKBP Yoris Marzuki dalam gelar kasus di kantornya, Senin (15/7), mengatakan sebagian besar korban masih pelajar SMP dan SMP. Mereka dijadikan pemandu karaoke dan pekerja seks komersial (PSK) di tempat hiburan.

"Ironis, maminya ini perempuan di bawah umur," ujar Yoris. Yang ia maksud adalah tersangka perekrut SR.

Ia menjelaskan, perekrutan para ABG tersebut sudah berlangsung lama. Kasusnya terbongkar setelah keluarga korban melaporkan anaknya dibawa seseorang menggunakan mobil.

Berdasarkan penyelidikan polisi, para ABG lugu tersebut dipekerjakan di dua kafe, yakni Lapo Ratu Cafe di Cikarang, Kabupaten Bekasi, dan Bintang Cage di Karawang. Mereka dipaksa melayani para pria 'hidung belang'.

"Setelah itu kita melakukan penggerebekan dan mengamankan 19 orang wanita di bawah umur," kata Yoris.

Sebanyak 10 korban adalah warga Indramayu dan 9 orang lainnya warga Purwakarta. Modus para pelaku yakni dengan menjanjikan lapangan kerja di salah satu pabrik roti. Setiap korban dijanjikan mendapat upah Rp 700 ribu per dua minggu kerja.

"Selanjutnya korban ini akan diserahkan kepada dinas terkait untuk dipulihkan psikologisnya," Yoris menambahkan.

Polisi menggerebek Lapo Ratu Cafe dan Bintang Cafe pada Senin (8/7) dini hari pekan lalu. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top