Kriminalitas Banyumas

Wanita PNS Kemenag Bandung Dimutilasi dan Dibakar Selingkuhan

publicanews - berita politik & hukumLokasi jasad Komsatun Wachidah dibakar setelah dimutilasi, di Grumbul Plandi, Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, Banyumas, Senin (8/7). (Foto: Radarbanyumas)
PUBLICANEWS, Banyumas - Perempuan korban mutilasi di Banyumas, Jawa Tengah, diketahui merupakan pegawai negeri sipil (PNS) Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bandung berinisial KW (51). Pelaku pembunuhan adalah Deni Prianto (37), residivis yang berkenalan dengan korban lewat akun Facebook.

Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara mengatakan, korban dihabisi tersangka karena memaksa minta dinikahi. "Motifnya hubungan asmara," ujar Bambang di kantornya, Jumat (12/7).

Deni tercatat sebagai warga Desa Gumelem Wetan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Ia mengambil jalan pintas membunuh korban dan memutalisinya di dalam mobil. Untuk menghilangkan jejak, potongan jasad korban dibakar dan dibuang.

Pengakuan tersangka, pembunuhan dilakukan di Puncak Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (7/7). Jasad korban kemudian dibawa ke Banyumas. Di tengah perjalanan, pelaku melakukan mutilasi secara bertahap. Kemudian sebagian tubuh korban dibakar di dua lokasi.

Pertama di gorong-gorong Grumbul Plandi, Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, Banyumas. Lokasi pembakaran hanya berjarak dua kilometer dari rumah pelaku.

Senin (8/7) lalu, warga digegerkan dengan temuan potongan tubuh yang hangus. Di gorong Grumbul Plandi ditemukan potongan kepala, kaki, dan tangan. Namun tak bisa dikenali karena dalam keadaan hangus bahkan hanya menyisakan tulang dan tengkorak.

Polisi menemukan pula anting, tempat lisptik, dan rambut. Potongan jasad tubuh korban kemudian dibawa ke RSUD Margono Soekarjo untuk diautopsi.

Di lokasi pembuangan kedua, Jalan Raya Klampok-Sempor, Kecamatan Gombong, Kebumen, ditemukan beberapa potongan tulang-tulang tubuh korban, diantaranya tulang pinggul dan tulang rusuk.

Polisi menyatakan selain motif asmara, pelaku mengincar harta korban yaitu mobil Toyota Rush. Mobil sempat dijual pelaku di salah satu showroom mobil di Purwokerto.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Kota Bandung Yusuf membenarkan inisial KW adalah Komsatun Wachidah. Yusuf menyimpulkan korban adalah pegawainya berdasar keterangan suami korban yang disampaikan kepada Kasubbag TU Mimin Sutisna.

"Terakhir kerja juga hari Jumat pekan kemarin. Senin tidak ada. Suaminya sampai nyari," kata Mimin, Jumat siang.

Pelaku merupakan residivis penculikan mahasiswa Kedokteran Universitas Soedirman beberapa waktu lalu itu. Ia ditangkap di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kamis (11/7) sore. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top