KPPA Aceh Desak Pimpinan Pesantren Sodomi 15 Bocah Tak Cukup Dicambuk

publicanews - berita politik & hukumPolres Lhokseumawe menggelar jumpa pers kasus sodomi di pesantren, Kamis (11/7). (Foto: kanalaceh)
PUBLICANEWS, Banda Caeh - Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak (KPPA) Aceh Muhammad AR mendesak pimpinan pesantren AL (45) dan guru ngaji MY (26) dipidana tidak hanya hukuman cambuk, melainkan juga hukuman penjara.

“Kalau hanya cambuk tidak adil tapi harus tindakan berlapis," kata Muhammad dalam keterangannya, Kamis (11/7). Ia menambahkan, kedua tersangka telah mempermalukan Lhokseumawe dan diduga akan mengulangi perbuatannya.

"Bila hanya cambuk, setelah itu bebas akan mencari mangsa lain," ia mengkhawatirkan.

Muhammad juga mendesak agar pimpinan dan guru pesantren, baik pribadi atau secara lembaga harus diawasi. Pengawsan bisa dilakukan Dinas Syariat Islam dan MPU.

Kasus pelecehan seksual dilakukan kedua oknum pendidik itu sejak September 2018 lalu. Meski ada 15 korban tetapi hanya lima bocah yang melaporkan ke aparat.

Polisi menangkap kedua tersangka setelah adanya laporan pada Juni 2019 lalu. Kedua pelaku melakukan sodomi secara bergilir dengan modus memberikan doktrin ilmu agama.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan menjerat kedua tersangka dengan pasal 47 Qanun Aceh nomor 6 tahun 2014 tentang hukum Jinayat. Pelaku terancam hukuman cambuk 90 kali, atau denda paling banyak 900 gram emas murni.

"Keduanya juga terancam dipenjara paling lama 90 bulan,” katanya. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top