Rome-Juliet dari Jeneponto, sang Wanita Bunuh Diri Karena Mahar Kurang

publicanews - berita politik & hukumRamli (paling kiri) dan keluarganya. (Foto: hetanews)
PUBLICANEWS, Jeneponto - Kisah kasih Ramli (34) dan Isa (31) berujung maut. Sekian tahun pacaran, pasangan warga Desa Punagaya, Bangkala, Jeneponto, Sulawesi Selatan, itu tak direstui orang tua karena uang panai atau mahar kurang.

Tragedi pasangan bak Rome-Juliet ini bermula ketika keluarga perempuan Isa mensyaratkan mahar Rp 15 juta. Ramli hanya sanggup Rp 10 juta. Akhirnya, pihak wanita menyatakan lamaran Ramli ditolak.

Keduanya kemudian memutuskan kawin lari. Namun Ramli tetap ingin menjaga silaturahmi dengan keluarga Isa. Sayangnya, keluarga Isa tetap menolak bertemu jika uang panai tak seperti yang diminta.

Hal itu menggelisahkan hati Isa. Di luar dugaan, ia memutuskan untuk bunuh diri dengan menenggak racun tanaman pada Kamis (4/7) pekan lalu. Ramli membawanya ke rumah sakit di Takalar, tapi ia akhirnya membawa pulang istri sirinya itu lantaran tak mampu lagi membayar biaya perawatan.

Tiga hari di rumah, Ramli kemudian menyerahkan Isa pada keluarganya karena ia harus mencari nafkah. Nahas, sang Juliet akhirnya meninggal pada Selasa (9/7) dini hari tadi.

Jenazah Isa dikuburkan hari ini. Namun Ramli tetap ditolak untuk sekadar melihat jasad istrinya tersebut. "Karena adat, keluarganya tidak inginkan itu, sebelum saya membawa sisa uang Rp 5 juta dari perjanjian lamaran," kata Ramli saat ditemui wartawan.

Kepala Desa Punagaya Andi Pangerang Mustamu menyayangkan keputusan keluarga Isa. Andi mengatakan tengah mengusahakan agar Ramli bisa melihat jasad Isa untuk terakhir kali.

"Saya akan mengabulkan permintaannya dengan mengawal suami korban ke rumah duka. Semoga tidak ada rintangan," kata Andi, pagi tadi.

Meski menghormati budaya yang telah turun-temurun, Andi menyayangkan tradisi mahar yang tidak bijak masih dipertahankan di kampung halamannya. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top