Mengkhawatirkan, Fenomena Gay dan Lesbi di Lapas Jabar

publicanews - berita politik & hukumIlustrasi, napi di Lapas kelas II B Majalengka, Jawa Barat. (Foto: PR)
PUBLICANEWS, Bandung - Meski belum memiliki data akurat mengenai jumlah warga binaan yang memiliki orientasi seks menyimpang, tetapi Kanwil Kemenkumham Jawa Barat melihat gejala tersebut cukup mengkhawatirkan. Hal itu terjadi di beberapa lembaga pemasyarakatan (Lapas) Jabar.

Fenomena gay dan lesbian itu diungkapkan Kepala Kanwil Kemenkumham Jabar Liberti Sitinjak, di kantornya, Selasa (9/7). "Kalau sudut pembuktiannya, ini saya katakan deskriptif ya, pengamatan," kata Liberti.

Gejala perilaku seks sesama jenis tersebut muncul sebagai dampak dari kelebihan kapasitas lapas dan rutan. Ia menyebut daya tampung seluruh lapas dan rutan di Jabar adalah 15.658, adapun jumlah penghuninya 23.658 napi. "Ibarat kata, kondisi itu membuat kaki ketemu kaki, kepala ketemu kepala, badan ketemu badan. Dampaknya muncul homoseksualitas (gay) dan lesbi," ujarnya.

Selain itu, faktor biologis terutama bagi napi yang sudah berkeluarga. "Otomatis kan kebutuhan biologisnya tidak tersalurkan," ia menambahkan.

Kanwil Kemenkum HAM Jabar Keluhkan Lapas Over Kapasitas

Kanwil Jabar melakukan assesment terlebih dahulu kepada napi yang memiliki kecenderungan perilaku seks menyimpang. Selanjutnya menyiapkan sel terpisah bagi warga binaan tersebut.

Berdasar data penghuni lapas dan rumah tahanan (rutan) Jawa Barat terdiri dari tahanan (4.587 orang) dan narapidana (19.274 orang). Diperinci lagi pidana umum ada sekitar kurang lebih 11.775 orang, sedang pidana khusus 12.086 orang.

Pidana khusus meliputi napi korupsi sebanyak 600 orang dan napi bandar narkoba sebanyak 7.605 orang. Kemudian napi pengguna narkoba sebanyak 3.528 orang, napi teroris sebanyak 236 orang, illegal logging sebanyak 17 orang. Terpidana perdagangan manusia 73 orang dan money laundry 27 orang.

Sebanyak lebih dari 23 ribu penghuni lapas dan rutan tersebut hanya diawasi 3.354 orang. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top