Kanwil Kemenkum HAM Jabar Keluhkan Lapas Over Kapasitas

publicanews - berita politik & hukumKanwil Kemenkumham Jawa Barat menggelar rapat di persiapan Penguatan Pelaksanaan Tugas Pelayanan, Penegakan Hukum dan HAM. (Foto: jabar.kemenkumham.go.id)
PUBLICANEWS, Bandung - Kadiv Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jabar Abdul Aris mengeluhkan kondisi sejumlah lapas dan rutan di wilayahnya yang kekurangan ruang tahanan. Menurutnya, rasio antara tahanan dan sel yang tersedia ini menjadi sumber masalah.

"Apalagi lapas dan rutan se-Jabar over kapasitas lebih dari 52 persen," kata Aris dalam kegiatan evaluasi di Sarana Olahraga (SOR) Arcamanik, Kota Bandung, Senin (8/7).

Masalah lain yang muncul ketika narapidana semakin bertambah, terjadinya gesekan dan konflik antarnapi. "Seperti peredaran narkotika hingga perkelahian antarnarapidana jadi salah satu faktor gangguan keamanan," ia menambahkan.

Menurut Aris, jumlah napi di Jawa Barat sebanyak 23.861 orang, 7.605 napi diantaranya adalah bandar dan pengedar narkoba. Kemudian ada 3.528 napi pengguna narkoba.

Jumlah bandar dan pengedar narkoba merupakan terbesar kedua penghuni lapas dan rutan setelah napi kasus pidana umum, yakni 11.775 orang.

Dalam kegiatan Penguatan Pelaksanaan Tugas Pelayanan, Penegakan Hukum dan HAM itu Aris menjelaskan saat ini Jabar memiliki 32 lapas dan rutan serta LPKA.

"Kapasitas lapas dan rutan di Jabar sebenarnya hanya menampung 15.658 orang," katanya.

Kelebihan napi ini berdampak pada faktor keamanan di dalam lapas maupun rutan. Para napi kerap mengeluhkan ruang yang sempit. Oleh karena itu, Kanwil Kemenkum HAM Jabar mengumpulkan ribuan petugas lapas dan petugas imigrasi se-Jabar dalam kegiatan tersebut.

Di sana, mereka mendapat pembekalan dari Wakapolda Jabar Brigjen Akhmad Wiyagus, Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono, dan Kepala BNNP Jabar Brigjen Pol Sufyan Syarief. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top