Polisi Telusuri Asal Peluru Nyasar yang Mengenai Warga Pasuruan

publicanews - berita politik & hukumKondisi meja ruang tamu rumah Saleha dengan kaca pecah berantakan terkena peluru nyasar, di Desa Semedusari, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Selasa (2/7). (Foto: Polsek Lekok)
PUBLICANEWS, Pasuruan - Polisi masih menyelidiki proyektil nyasar yang mengenai wajah Saleha (46) di Desa Semedusari, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Selasa (2/7). Dugaan sementara, proyektil tersebut berasal dari senjata paras panjang.

"Saat ini masih belum diketahui (penembaknya)," ujar Kapolsek Lekok AKP Teguh Taviarno kepada wartawan di kantornya, Rabu (3/7).

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di ruang tamu rumah Saleha. Korban saat tengah duduk di ruangan tersebut ketika wajahnya tersambar peluru. Peluru nyasar itu telah membuat luka gores di pipi atas kiri Saleha.

Peristiwa tersebut terjadi pagi hari saat keluarga Saleha sedang berkumpul di ruang tamu. Tiba-tiba terdengar bunyi keras disusul kaca depan dan kaca meja pecah. Kondisi ruang tamu dipenuhi serpihan kaca. Asmad, suami korban, menemukan selongsong peluru berukuran 5 cm.

Saleha kemudian dilarikan ke puskesmas terdekat, ia mengaku pandangannya jadi gelap. "Kaget saya, enggak tahu saya. Peteng (gelap). Sakit sekali," Saleha menuturkan.

Sejumlah warga menduga peluru berasal dari senapan milik anggota Yon Zipur 10 Kostrad TNI AD Kota Pasuruan. Saat kejadian sedang ada latihan menembak di lahan Puslatpur milik TNI AL sejak pagi hingga sore hari.

Lokasinya tidak begitu jauh dari pemukiman penduduk. Namun, hingga kini, belum ada keterangan resmi dari TNI AL maupun TNI AD soal peluru nyasar tersebut. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top