Warga Bulukumba Marah Pria Beristri Nikahi Adik Kandung

publicanews - berita politik & hukumAnsar Jie (32) saat menikahi adik bungsunya Fitriani (20) di Balikpapan, Kaltim, Minggu (23/6). Keduanya adalah warga Bulukumba, Sulsel. (Foto: Media Sosial)
PUBLICANEWS, Bulukamba - Warga Bulukumba, Sulawesi Selatan, digegerkan kabar pernikahan diam-diam Ansar (32) dengan adik bungsunya Fitriani (20) di Balikpapan, Kalimantan Timur, Minggu (23/6). Keduanya melakukan pernikahan sedarah atau incest jauh dari desanya karena kebetulan Ansar merantau di Balikpapan, sekaligus menghindari istrinya Hervina (28) yang tinggal di kampung.

"Ya benar. Jadi saudaranya sendiri dia kawini," kata Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Ujung Loe Makbul di Bulukumba, Selasa (2/7).

Ansar sempat meminta saudara sepupunya Samparaja untuk menjadi wali nikah, namun ia menolaknya. Aksi ngawur Ansar ini juga memicu emosi keluarga. "Ini yang menyebabkan keluarga di Bulukumba marah semua," ujar Makbul.

Kepala Desa Salemba, Kecamatan Ujung Loe, Bulukumba, Andi Agung menegaskan ia tidak akan menerima pernikahan kakak beradik ini. "Saudara-saudara dan istrinya tidak menerimanya lagi berdomisili di Desa Salemba dan kalau perlu di Sulawesi Selatan juga," katanya.

Orangtua Ansar bahkan syok karena anak ketiga dan ketujuh hidup berumah tangga. "Pernikahan saudara dalam agama itu tidak diperbolehkan," ujar Andi.

Kejadian itu terungkap setelah Hervina melapor ke Polres Bulukumba, Senin (1/7). Menurut Hervina, Ansar dan sang adik telah melakukan perzinaan beberapa bulan sebelumnya dan Fitriani hamil empat bulan.

"Selama ini saya tidak curiga atas perselingkuhannya. Nanti saya tahu setelah pergi ke Kalimantan. Saya akan minta cerai," Hervina menuturkan.

Kasus ini sedang didalami oleh Polres Bulukumba. Menurut Kasat Reskrim AKP Berry Juana Putra, polisi telah memeriksa video pernikahan yang tersebar di media sosial dan surat pernyataan kedua orangtua Ansar-Fitriani.

“Kita akan selidiki kasusnya dululah, baru kita sudah menerima laporan pernikahan sedarah itu,” Berry menjelaskan.

Keluarga pasrah soal proses hukum di kepolisian maupun hukum adat nantinya. (imo)


Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top