Praktik Aborsi dengan Obat di Hotel Surabaya Terbongkar

publicanews - berita politik & hukumDitreskrimsus Polda Jatim menggelar kasus pengungkapan praktik aborsi di sebuah hotel di Surabaya, Jawa Timur. (Foto: tribtratanews)
PUBLICANEWS, Surabaya - Jajaran Ditreskrimsus Polda Jawa Timur membongkar kasus jasa layanan aborsi di sebuah hotel di Surabaya. Praktik pengguguran kandungan ini sudah berjalan dua tahun terakhir dengan memberikan obat tanpa operasi.

"Tersangka menggunakan obat Chromalux Musoprostol tablet 200 Mcg, Cytotec Misoprostol tablet 200 ug, dan lnvitec Misoprostol tablet 200 Mcg. Obat inilah yang menyebabkan janin dalam kandungan gugur," kata Kasubdit III Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Amran Asmara, Selasa (25/6).

Obat-obatan tersebut tidak bisa dijual bebas. Menurut Amran, obat luka lambung tersebut memberi efek samping melebarkan pembuluh darah dan meningkatkan kontraksi rahim. Mengonsumsi obat tersebut akan merasa nyeri di bagian alat kelamin dan mual-mual.

Polisi menangkap tujuh orang tersangka. Mereka adalah LWP (28) perempuan yang bertugas sebagai tenaga medis, MSA (32) laki-laki sebagai penyuplai dana, RMS (26) perempuan pembantu pelaksana aborsi. Kemudian pria MB (34), perempuan VN (26), dan perempuan FTA (32) yang merupakan penyuplai obat, serta TS (32) pasien yang mengugurkan kandungan.

Para pelaku ditangkap di kamar 1.120 Hotel Great Diponegoro, Jalan Raya Diponegoro Nomor 215, Surabaya. Selain pelaku, ikut disita barang bukti obat-obat.

LWP memberi obat-obat untuk diminum pasien. Ia membatasi usia kandungan janin yang diaborsi maksimal tiga bulan.

"Sekali layanan mengenakan tarif Rp 1 juta. Tersangka mengakui sudah menggugurkan 20-an kandungan," Amran menambahkan.

Dalam menjalankan praktik aborsi tersebut LWP berpura-pura sebagai tenaga kesehatan yang telah memiliki izin praktik di wilayah Kota Surabaya.

Polisi menjerat para pelaku dengan Pasal 83, Pasal 194 UU Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan, Pasal 56 KUHP, Pasal 346 KUHP dan Pasal 346 KUHP. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top