Anies Didemo Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta

publicanews - berita politik & hukumPenyegelan bangunan di Pulau D oleh Dinas Penataan Kota DKI Jakarta. Pulau ini dibangun PT Kapuk Naga Indah, anak usaha Agung Sedayu Group. (Foto: Dokumentasi Bidang Penertiban Dinas Penataan Kota DKI Jakarta)
PUBLICANEWS, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali diserang isu kebijakan penerbitan IMB di Pulau Reklamasi C dan Pulau D. Hari ini, Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta menggelar unjuk rasa di depan Balaikota DKI Jakarta, Jalan Merdeka Selatan.

"Penerbitan IMB bertentangan dengan serangkaian peraturan perundang-undangan," kata salah satu peserta demo, Senin (24/6).

Menurut mereka, mantan Mendikbud itu tidak konsisten terhadap komitmennya menentang reklamasi. "Kondisi ini diperburuk lagi dengan tidak komperhensifnya penyusunan zonasi dan tata ruang," kata orator demo.

Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta terdiri dari mahasiswa Universitas Indonesia, Universitas Negeri Jakarta, Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia, YLBHI, dan Wahli. Mereka melakukan aksi jalan mundur dari perempatan Patung Kuda sampai Balai Kota, siang ini.

Diketahui, sebanyak 932 IMB diterbitkan oleh Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) DKI Jakarta. IMB tersebut atas nama PT Kapuk Naga Indah, pengembang Pulau D, pada November 2018.

Gubernur Anies Akan Jawab Isu IMB Pulau Reklamasi Usai HUT DKI

Pemprov DKI menerbitkan IMB berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 121 Tahun 2012 tentang Penataan Ruang Kawasan Reklamasi Pantai Utara Jakarta, serta Pergub Nomor 206/2016 tentang Panduan Rancang Kota Pulau C, D, dan E Hasil Reklamasi Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta.

Dalam janji kampanyenya dulu, Anies menentang reklamasi. Ia pun sudah mencabut izin pembangunan lahan reklamasi di Teluk Jakarta pada 23 September 2018 lalu.

Akibat pencabutan itu, 13 dari 17 pulau batal diteruskan. Sedangkan 4 pulau yang sudah dibangun akan dimanfaatkan untuk kepentingan publik.

Menurut Anies, IMB diberikan kepada Pulau C,D, dan G yang telah diubah namanya. Pulau C jadi kawasan Pantai 'Kita', D kawasan Pantai 'Maju', dan G kawasan Pantai 'Bersama'.

Pantai Kita, Maju, dan Bersama itu, menurut Anies, bukanlah pulau. "Yang disebut pulau itu adalah daratan yang terbentuk proses alami. Kalau daratan yang dibuat manusia itu namanya pantai, bukan pulau," kata Anies, Minggu kemarin. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top